JAKARTA, KOMPAS.RTV - Presiden RI Prabowo Subianto mengaku heran program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi pemerintahannya dikritik sebagai pemborosan.
Pada saat yang sama, kata Prabowo, tidak ada yang protes atas ribuan triliun kekayaan yang diambil dari Indonesia karena praktik transfer pricing dan under invoicing.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026).
Prabowo menyebut program MBG kerap dikritik oleh "orang pintar". Namun, Ketua Umum Partai Gerindra itu menekankan program MBG penting bagi masyarakat.
"Yang paling dasar dari sebuah peradaban adalah makan, pangan. Kalau ada orang-orang pintar yang mengatakan ada yang lebih penting dari perut yang lapar, ya saya persilakan, Saudara-Saudara," kata Prabowo.
"Saya tahu dari sejarah ribuan tahun peradaban manusia, tidak ada masyarakat yang bertahan tanpa pangan, punah, peradaban punah kalau tidak ada makan."
Baca Juga: Prabowo Sebut Tengkulak Raup Margin 30-40 Persen, Koperasi Merah Putih Jadi Solusi
Prabowo menegaskan program pemberian makanan diperlukan karena angka stunting di Indonesia masih tinggi.
Program MBG, kata dia, menjadi bagian dari pelaksanaan amanat konstitusi. Khususnya memanfaatkan ekonomi untuk kemakmuran rakyat dan kewajiban negara memelihara fakir miskin dan anak terantar.
Lebih lanjut, Prabowo menyoroti praktik transfer pricing dan under invoicing yang menurutnya minim sorotan.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- prabowo subianto
- sidang kabinet paripurna
- makan bergizi gratis
- mbg dikritik
- under invoicing






Komentar (0)