Iran Bongkar Permainan Diplomasi Amerika Serikat: Mereka Pikir Kami Sebodoh Mereka

wartaekonomi.co.id
14 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Iran kembali melontarkan kritik keras terhadap Amerika Serikat (AS). Pemerintah Teheran menilai negara tersebut tidak menunjukkan komitmen nyata untuk meredakan ketegangan, meskipun terus menyampaikan pernyataan mengenai keinginan menghentikan perang di Timur Tengah.

Negosiator Utama Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf menyoroti bagaimana manuver dari Amerika Serikat. Washington yang malah mengirim tambahan peralatan militer ke kawasan menjadi bukti bahwa klaim perdamaian yang disampaikan mereka tidak sejalan dengan tindakan di lapangan.

Baca Juga: Dibekingi Putusan Terbaru Hakim, Polisi Makin Pede Hadapi Roy Suryo di Kasus Ijazah Jokowi

Menurut Ghalibaf, setiap kali negara itu berbicara mengenai upaya mengakhiri konflik, pada saat yang sama mereka justru memperkuat kehadiran militernya di kawasan yang menjadi pusat ketegangan.

"Amerika terus membawa peralatan militer baru ke kawasan, tetapi pada saat yang sama mengklaim ingin menghentikan perang," ujar Ghalibaf dalam pernyataan yang diunggah melalui akun media sosial X, Selasa (21/7/2026).

Pernyataan tersebut kemudian diikuti sindiran tajam kepada pemerintah dari Amerika Serikat. Ghalibaf menegaskan pihaknya tidak akan mudah terkecoh oleh strategi yang menurutnya hanya bertujuan menekan pihaknya sambil membangun kekuatan militer.

"Mereka mengira tingkat kecerdasan kami serendah IQ mereka sendiri," kata Ghalibaf.

Menurut Ghalibaf, Iran telah memiliki pengalaman panjang menghadapi berbagai strategi politik maupun militer yang dilakukan Washington. Karena itu, ia mengaku telah mampu mengenali pola yang digunakan musuh dalam setiap konflik.

"Kami telah mencapai tahap mampu mengenali seluruh permainan dari Amerika. Berdasarkan hal itu kami telah mempersiapkan diri," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa ukuran keseriusan sebuah negara tidak dapat dinilai dari pernyataan politik semata, melainkan harus dibuktikan melalui tindakan nyata di lapangan.

"Tindakan harus membuktikan setiap klaim, bukan justru bertentangan dengannya," tegas Ghalibaf.

Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya aktivitas militer dari Amerika Serikat di Timur Tengah. Washington dilaporkan terus mengirim tambahan perlengkapan dan memperkuat kehadiran militernya sebagai respons atas eskalasi konflik dengan Iran.

Bagi Iran, langkah tersebut justru memperlihatkan bahwa musuh masih mengedepankan pendekatan militer meskipun di sisi lain menyatakan terbuka terhadap upaya deeskalasi.

Baca Juga: Di Balik Isu Penggeledahan, Penyidik Diyakini Sudah Kantongi Bukti Kucuran Uang ke Febrie Adriansyah

Situasi ini membuat peluang terciptanya perdamaian dalam waktu dekat dinilai semakin sulit. Ketidakpercayaan antara kedua negara terus meningkat, sementara masing-masing pihak masih mempertahankan sikap dan strategi yang saling bertolak belakang.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kuota Rumah Subsidi Tembus 350.000 Unit, Ini Pesan dari Menteri Ara
• 18 jam lalu
0
thumb
Atlet Golf Putri Sempat Berteriak saat Diculik Dua Pria Berbadan Besar
• 6 jam lalu
0
thumb
Burnham Telepon Trump Usai Resmi Jadi PM Inggris, Ini yang Dibahas
• 10 jam lalu
0
thumb
Sekolah Unggul dalam Beragam Model dan  Janji Mengakselerasi Mutu Pendidikan Nasional
• 22 jam lalu
0
thumb
Ragam Desakan yang Berujung Pelaporan Kepada Hotman Paris
• 11 jam lalu
0
Berhasil disimpan.