jpnn.com, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan inovasi digitalisasi pendidikan Indonesia baru saja memperoleh penghargaan dari International Telecommunication Union (ITU), salah satu badan di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Menurut dia, ITU menempatkan Indonesia di peringkat pertama dari 122 negara dalam kategori e-government dan digitalisasi pendidikan. Hal itu, lanjutnya, merupakan bukti bahwa digitalisasi pendidikan Indonesia makin diakui dunia.
BACA JUGA: Tutup Rakernas dan Bimtek, PBB Pasang Target Menang pada Pemilu 2029
Hal itu dia katakan saat taklimat dalam agenda Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Negara, pada Senin (20/7).
"Baru saja kami dapat berita bagus dari PBB. International Telecommunication Union memberi penghargaan tertinggi kepada kita, Indonesia, dari 122 negara dalam kategori e-government dan kategori digitalisasi pendidikan,” ucap Prabowo.
BACA JUGA: PBB Hampir Kehabisan Duit Tunai, Konsekuensinya Gawat
Adapun, pengakuan yang dimaksud Prabowo adalah penghargaan World Summit on the Information Society (WSIS) Prizes yang diselenggarakan pada 9 Juli 2026.
Indonesia yang diwakili oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen), menjadi juara pertama pada kategori e-government melalui program Rumah Pendidikan.
BACA JUGA: Prabowo Bakal Kirim Nama Jampidsus ke DPR Pekan Ini, Siapa?
Rumah Pendidikan merupakan aplikasi yang menyediakan berbagai layanan pendidikan dalam satu platform.
Melalui aplikasi tersebut, siswa dapat mengakses materi pembelajaran, sementara tenaga pengajar dapat bertukar pikiran dan berbagi gagasan dengan sesama pendidik.
Prabowo menuturkan aplikasi tersebut sangat membantu siswa dalam mengakses 4.843 materi pembelajaran gratis serta mendukung tenaga pengajar di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar. Saat ini, aplikasi tersebut telah memiliki 6,9 juta pengguna.
"Penghargaan dari PBB ini membuktikan digitalisasi pendidikan kita diakui dunia. Kita melompat, kita melompat," jelas dia.
Kendati demikian, Prabowo mengingatkan seluruh jajarannya agar tidak cepat berpuas diri.
Menurutnya, perjalanan untuk meningkatkan kualitas dan pemerataan pendidikan nasional masih panjang.
Untuk itu, pemerintah disebut akan terus berkomitmen mempercepat digitalisasi pendidikan agar masyarakat di wilayah tertinggal dan terluar dapat mengakses pendidikan dengan kualitas terbaik.
Eks Menteri Pertahanan itu menuturkan pemerintah akan mendistribusikan 700.000 panel interaktif digital hingga akhir 2026 atau semester I 2027.
Penambahan tersebut akan memungkinkan setiap sekolah memiliki tambahan tiga layar interaktif.
"Apa artinya ini? Artinya bahwa anak-anak kita dan guru-guru kita di seluruh Indonesia punya akses untuk materi pembelajaran terbaik," tambahnya. (dit/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Arahan Presiden Prabowo, Kemendikdasmen Membangun 500 SNT Hingga 2029, Apa Itu?
Redaktur : Elfany Kurniawan
Reporter : Ryana Aryadita Umasugi





Komentar (0)