Presiden Prabowo Subianto menargetkan jumlah badan usaha milik negara (BUMN) akan terus dipangkas. Dia juga menargetkan angka penghematan puluhan triliun dari penutupan sejumlah perusahaan pelat merah ini.
Prabowo menyampaikan hal itu saat memberikan taklimat dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (20/7). Ia mengatakan telah menugaskan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) untuk menangani proses penataan BUMN tersebut.
Presiden mengatakan, Danantara telah memangkas sekitar 250 BUMN hingga akhir Juli diperkirakan menghemat biaya rutin atau overhead sekitar Rp 50 triliun. Penghematan tersebut berasal dari berkurangnya berbagai pengeluaran operasional, antara lain biaya gaji direksi dan komisaris, sewa gedung, listrik, transportasi, serta kegiatan administrasi dan rapat kerja.
“Desember 31 saya kira ini mungkin angka penghematan bisa naik, bisa mendekati Rp 70-Rp 80 triliun,” kata Prabowo.
Dia menargetkan sejumlah 1.077 entitas BUMN dapat susut menjadi maksimal 350 perusahan pada akhir 2026. Langkah itu akan ditempuh melalui mekanisme merger, konsolidasi, dan penutupan sejumlah perusahaan negara yang dinilai tidak lagi efisien.
“Desember 31 tahun 2026, jumlah BUMN kita dari 1.077 akan maksimal 350. Berarti di akhir 2026, mungkin 700 BUMN yang akan kita tutup, kita merger, kita konsolidasi,” kata Prabowo.
Pada awalnya Prabowo bercerita bahwa dirinya sempat terkejut ketika menerima laporan mengenai jumlah BUMN setelah menjabat sebagai presiden. Berdasarkan laporan tersebut, jumlah perusahaan negara mencapai 1.077 entitas akibat pembentukan anak perusahaan, cucu perusahaan, hingga cicit perusahaan oleh sejumlah BUMN.
Prabowo menilai pemangkasan jumlah BUMN diperlukan untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan perusahaan negara. Menurutnya, struktur yang terlalu banyak justru berpotensi memperbesar beban operasional dan mengurangi efektivitas pengelolaan aset negara.
“Di akhir bulan ini, di akhir 31 Juli, mereka (Danatara) sudah menutup, konsolidasi, merger, sehingga dari 1.077 berkurang 250 BUMN,” ujarnya.





Komentar (0)