Klaim Indonesia Kembali Ditekan-tekan Asing, Prabowo: Kita Disebut Bakal Ditinggalkan Investor

wartaekonomi.co.id
16 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Indonesia Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa pemerintah sempat mendapat tekanan berupa kekhawatiran mengenai penilaian lembaga pemeringkat internasional terhadap kondisi ekonomi dari Indonesia. Menurutnya, ada pihak yang menyebut tanah air berpotensi memperoleh rapor buruk sehingga dapat mengurangi minat investor asing untuk menanamkan modal.

Prabowo mengatakan narasi mengenai ancaman penurunan peringkat sempat berkembang dan digunakan untuk menimbulkan kekhawatiran terhadap prospek investasi nasional.

Baca Juga: Adu Kasus Ijazah Milik Roy Suryo dengan Jokowi: Ngapain Persoalkan Orang yang Bukan Pejabat?

"Tadinya kita ditakut-takuti, ada rating agency, global rating agency nanti akan kasih rapor jelek Indonesia. Kita akan diturunkan supaya nanti nggak ada yang mau invest di Indonesia," ujar Prabowo, dikutip Selasa (21/7/2026).

Namun, Prabowo menegaskan pemerintah tidak larut dalam kekhawatiran tersebut. Ia mengatakan perkembangan terbaru justru menunjukkan hasil berbeda dari prediksi yang sempat beredar.

Menurut Prabowo, Standard & Poor's (S&P) Global Ratings yang merupakan salah satu lembaga pemeringkat internasional, tetap mempertahankan pandangan positif terhadap Indonesia.

Ia menyebut keputusan tersebut menjadi bukti bahwa fundamental ekonomi nasional masih dinilai kuat oleh lembaga internasional.

Meski demikian, presiden mengingatkan seluruh jajaran pemerintah agar tidak terlalu bergantung pada penilaian pihak luar dalam membangun optimisme ekonomi nasional.

Menurutnya, Indonesia tetap harus percaya terhadap kekuatan ekonomi sendiri meskipun berada dalam sistem ekonomi global yang saling terhubung.

"Sekali lagi saudara-saudara, percaya kepada kekuatan kita sendiri. Kita hidup di dunia global, tapi kita harus percaya kepada kekuatan kita sendiri. Kita percaya kepada fundamental kita sendiri," tegas Prabowo.

Ia menilai penilaian lembaga internasional memang penting sebagai salah satu indikator kepercayaan pasar. Namun, arah pembangunan ekonomi Indonesia tidak boleh semata-mata ditentukan oleh persepsi eksternal.

Baca Juga: Prabowo Sebenarnya Ingin Langsung Berdialog dengan Mahasiswa, Pilih Komunikasi daripada Jalur Hukum

Prabowo juga menegaskan pemerintah akan terus menjaga stabilitas ekonomi dan memperkuat fondasi pertumbuhan agar tetap menarik bagi investor, baik domestik maupun asing.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
PWI Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro Jaya
• 16 jam lalu
0
thumb
Di Forum Menlu ASEAN, Sugiono Desak Aturan Laut China Selatan Rampung Tahun Ini
• 3 jam lalu
0
thumb
Komisaris Lippo Cikarang (LPCK) Charles Rigoux Mengundurkan Diri
• 1 jam lalu
0
thumb
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.948 per Dolar AS, Dipicu Ketegangan AS-Iran
• 21 jam lalu
0
thumb
Kemlu Kirim Nota Diplomatik Usai WNI Bunuh WNI di Armenia
• 21 jam lalu
0
Berhasil disimpan.