AS Tuduh Iran Jadikan Selat Hormuz Alat Tawar Negosiasi

celebesmedia.id
21 jam lalu
Cover Berita

CELEBESMEDIA.ID, Makassar  - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio menuding sejumlah pihak di Iran berupaya memanfaatkan Selat Hormuz sebagai instrumen tekanan terhadap dunia internasional di tengah meningkatnya ketegangan kawasan Timur Tengah.

Rubio menyebut jalur pelayaran strategis tersebut berpotensi digunakan Iran sebagai alat tawar-menawar untuk memperkuat posisi politiknya terhadap negara lain.

"Sangat jelas bahwa Iran, setidaknya sebagian pihak di negara itu, ingin menguasai Selat Hormuz dan menjadikannya sebagai alat tekan terhadap dunia," kata Rubio kepada wartawan sebelum keberangkatannya ke Filipina untuk menghadiri pertemuan para menteri luar negeri ASEAN, Minggu.

Menurut Rubio, penguasaan terhadap Selat Hormuz akan memberikan pengaruh besar karena kawasan tersebut merupakan salah satu jalur perdagangan energi paling penting di dunia. Ia menilai tindakan tersebut dapat berdampak terhadap keamanan pelayaran internasional.

Rubio menegaskan Amerika Serikat akan terus mengambil langkah yang dianggap perlu untuk memastikan jalur pelayaran global tetap aman. Namun, ia meminta negara-negara lain turut mengambil peran dalam menjaga stabilitas kawasan.

"Amerika Serikat akan terus melakukan apa yang diperlukan untuk melindungi pelayaran global, tetapi negara-negara lain juga harus meningkatkan kontribusi mereka, baik berupa peralatan maupun dukungan keuangan, untuk membantu memikul tanggung jawab itu," ujarnya.

Ia menilai keamanan jalur laut internasional bukan hanya menjadi tanggung jawab satu negara, melainkan membutuhkan kerja sama berbagai pihak, termasuk dukungan kemampuan militer dan pendanaan.

Di tengah meningkatnya ketegangan, Rubio mengatakan Amerika Serikat masih membuka peluang penyelesaian melalui jalur diplomatik dengan Iran.

Namun, ia memperingatkan bahwa apabila upaya diplomasi tidak berhasil, kondisi tersebut dinilai dapat membawa konsekuensi yang merugikan bagi Teheran.

Rubio menyebut pemerintah Iran telah memberikan tanda bahwa mereka memiliki keinginan untuk kembali melakukan pembicaraan dengan Amerika Serikat.

Terkait meninggalnya seorang prajurit Amerika Serikat di Irak pada Sabtu, Rubio menjelaskan bahwa kejadian tersebut bukan akibat serangan langsung, melainkan kecelakaan saat proses penghancuran terkendali terhadap bahan peledak yang belum meledak dari sebuah drone Iran yang sebelumnya telah dijatuhkan.

Selain itu, Rubio mengungkapkan bahwa satu rudal Iran berhasil melewati sistem pertahanan udara Yordania pada Jumat. Meski demikian, ia mengatakan sebagian besar rudal lain berhasil dicegat.

Rubio menambahkan bahwa pasukan Amerika Serikat melakukan serangan terhadap Iran sebagai respons atas peluncuran rudal dan drone yang menurut Washington diarahkan untuk mengancam kapal-kapal komersial.

Perkembangan situasi ini membuat ketegangan antara Washington dan Teheran masih menjadi perhatian internasional, terutama terkait keamanan jalur energi dan perdagangan global di kawasan Timur Tengah.

Sumber: Anadolu/ Antara



Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Prabowo Jelang 2 Tahun Pemerintahannya: Pekerjaan Kita Masih Banyak
• 13 jam lalu
0
thumb
BGN Akui Anggaran MBG Berkurang Seiring Efisiensi Program
• 6 jam lalu
0
thumb
Alarm Perubahan Iklim dari Jayawijaya
• 13 jam lalu
0
thumb
Kronologi Pensiunan di Bandung Ditipu Disdukcapil Palsu Bermodus Pembaruan Data, Uang Rp1 Miliar Melayang
• 7 jam lalu
0
thumb
Bareskrim ungkap korupsi pembiayaan PT PPA rugikan negara Rp38,9 M
• 21 jam lalu
0
Berhasil disimpan.