Dukung Pengembangan Pariwisata Berbasis Budaya, Wakil Wali Kota Makassar Hadiri The 9th ASCN Annual Meeting di Banyuwangi

harianfajar
13 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, BANYUWANGI – Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, hadir dalam jamuan makan malam resmi yang menjadi bagian dari The 9th ASEAN Smart Cities Network (ASCN) Annual Meeting 2026 di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Banyuwangi, Minggu malam (19/7/2026). Kehadiran ini menegaskan dukungan Pemerintah Kota Makassar terhadap penguatan kerja sama antardaerah serta pengembangan pariwisata berbasis budaya di Indonesia.

Acara yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi ini dihadiri oleh berbagai kepala daerah, delegasi kota anggota ASCN, serta tamu undangan dari berbagai daerah dan instansi. Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani Azwar Anas, menyambut hangat para delegasi dalam suasana penuh keakraban dan semangat kolaborasi.

Selain Aliyah Mustika Ilham, hadir pula Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar, Muh. Roem, serta Sekretaris Dinas Kebudayaan Kota Makassar, Sri Wahyuli Malik. Turut hadir juga Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Zafrizal ZA, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jember, Ahmad, dan Staf Ahli Menteri Dalam Negeri Bidang Pemerintahan, Dr. Sorni Paskah Daeli, M.Si.

Usai jamuan makan malam, Aliyah Mustika Ilham melanjutkan agenda dengan menghadiri BEC Awards 2026 di Gazebo Blambangan. BEC Awards merupakan puncak apresiasi dalam rangkaian Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026 yang mengangkat tema “Perang Bayu: The Great War of Blambangan.” Tema ini mengangkat kisah heroik perjuangan masyarakat Blambangan melawan penjajahan Belanda yang divisualisasikan dalam karya-karya kreatif peserta karnaval.

Dalam kesempatan tersebut, Aliyah Mustika Ilham menyerahkan penghargaan kategori Subtema Situs Perang sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas peserta dalam mengangkat nilai sejarah dan budaya lokal melalui karya terbaik mereka.

Aliyah Mustika Ilham mengapresiasi konsistensi Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam menjadikan budaya sebagai kekuatan untuk mendorong pariwisata, ekonomi kreatif, dan pemberdayaan UMKM.

“Budaya adalah identitas yang harus terus dijaga dan diwariskan. Banyuwangi telah menunjukkan bahwa sejarah dan kearifan lokal dapat dikemas secara kreatif menjadi daya tarik dunia, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Semoga kolaborasi dan semangat pelestarian budaya seperti ini terus berkembang di berbagai daerah,” jelasnya. (*)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Jelang Rilis Kinerja Raksasa Teknologi, Wall Street Ditutup Melemah
• 5 jam lalu
0
thumb
Realisasi Anggaran Kemenkes 2025 Terendah dalam 5 Tahun, Ada Apa?
• 18 jam lalu
0
thumb
Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 5.208 Jiwa, 16.740 Orang Terluka
• 3 jam lalu
0
thumb
Menkum soal Tarif Lepas Kewarganegaraan Jadi Rp 5 Juta: untuk Tingkatkan Layanan
• 15 jam lalu
0
thumb
Nobar Final Piala Dunia 2026 di Denpasar Dongkrak Penjualan UMKM
• 16 jam lalu
0
Berhasil disimpan.