JAKARTA, KOMPAS — The Prabowonomics Institute bersiap menggelar rangkaian peluncuran buku bilingual atau dwibahasa berjudul ”Prabowonomics” di Jakarta International Convention Center, Jakarta, Kamis (6/8/2026). Buku tersebut mendokumentasikan pemikiran, gagasan strategis, serta arah kebijakan ekonomi Presiden Prabowo Subianto yang berlandaskan pada filosofi kerakyatan Pasal 33 UUD 1945.
Ketua The Prabowonomics Institute sekaligus penulis buku ”Prabowonomics”, Yonge Sihombing, mengungkapkan bahwa buku tersebut disusun sebagai dokumentasi komprehensif mengenai gagasan, strategi, serta arah kebijakan ekonomi Presiden Prabowo. Buku setebal 946 halaman full color itu diterbitkan dalam dua bahasa yang sekaligus untuk memperkuat literasi ekonomi nasional di kancah global. Langkah tersebut ditujukan guna memperkenalkan fondasi ekonomi kerakyatan Indonesia secara luas kepada dunia internasional.
Yonge melanjutkan, keseluruhan isi buku tersebut terbagi secara sistematis ke dalam enam bagian dan 42 bab utama. Rinciannya, bagian 1 hingga 3 membahas pemikiran, biografi, Prabowonomics, globalnomics, hingga program unggulan Presiden. Adapun bagian 4 hingga 6 melengkapi pembahasan melalui program prioritas pemerintah, program hasil terbaik cepat (quick win), serta rencana aksi nyata bagi masyarakat.
"Buku Prabowonomics tidak hanya dimaksudkan sebagai dokumentasi pemikiran ekonomi, tetapi juga sebagai bahan literasi, diskusi, dan pengawalan implementasi kebijakan. Melalui summit ini, kami berharap gagasan tersebut dapat dibahas secara kritis, terukur, dan kolaboratif," ujar Yonge saat konferensi pers di Jakarta, Senin (20/7/2026).
Kami di sini, tim Prabowonomics Institute, bersepakat melembagakan dari judul buku ini untuk menjadi wadah think tank ekonomi kerakyatan dan kesejahteraan nasional.
Yonge menuturkan, proses penulisan buku yang dilengkapi linimasa kegiatan serta dokumentasi foto bersama para pemimpin dunia tersebut dikerjakan secara mandiri selama delapan bulan sejak Januari 2025. Pengerjaannya dilakukan tanpa menggunakan aplikasi pengolah kata konvensional, melainkan dirancang langsung per lembar melalui platform Canva. Hasilnya adalah tata letak buku yang konsisten layaknya album eksklusif yang dipersiapkan sebagai dokumen negara untuk dikirimkan kepada para kepala negara dan duta besar sahabat.
Melalui karya dokumentasi ini, pihaknya ingin menaikkan citra positif Indonesia di mata dunia dengan menunjukkan bahwa Indonesia memiliki landasan filosofi ekonomi kerakyatan yang kuat berdasarkan Pasal 33 UUD 1945. "Kami di sini, tim Prabowonomics Institute, bersepakat melembagakan dari judul buku ini untuk menjadi wadah think tank ekonomi kerakyatan dan kesejahteraan nasional," ujar Yonge.
Rangkaian acara pada 6 Agustus 2026 mendatang tidak hanya berfokus pada seremoni peluncuran buku semata. Puncak acara juga akan diisi dengan Prabowonomics Summit 2026 yang terbagi ke dalam lima sesi diskusi strategis, mulai dari economic outlook, kedaulatan pangan dan energi, hilirisasi dan industrialisasi, hingga peta jalan menuju Indonesia Emas 2045.
Selain forum diskusi, panitia menyiapkan area pameran khusus untuk menampilkan capaian program prioritas pemerintah. Berbagai program unggulan seperti Makan Bergizi Gratis, Koperasi Merah Putih, Sekolah Rakyat, hingga hilirisasi industri akan ditampilkan guna menarik partisipasi investor dan kolaborator konkret.
"Melalui summit ini, kami berharap lahir rekomendasi kebijakan yang dapat memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional, kedaulatan pangan dan energi, industrialisasi, koperasi, pemerataan pembangunan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat," tutur Yonge.
Ketua Dewan Pembina The Prabowonomics Institute, Maruasas Pandjaitan, menegaskan bahwa keberadaan wadah think tank ini sangat krusial dalam mengawal arah kebijakan ekonomi nasional. Pengawalan tersebut ditujukan agar arah kebijakan tetap berada dalam jalur kesejahteraan rakyat yang selaras dengan amanat konstitusi. Oleh karena itu, ia menilai buku Prabowonomics mendatang akan penting bagi seluruh elemen bangsa untuk menyatukan visi pembangunan ekonomi yang berdikari.
Wakil Ketua Dewan Pembina sekaligus Ketua Panitia Pelaksana Prabowonomics Summit 2026, Jenny Waskita, menambahkan, persiapan seluruh rangkaian acara di JICC terus dimatangkan untuk menyambut ribuan delegasi lintas sektor. Pihaknya memastikan koordinasi bersama unsur pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat berjalan optimal demi kelancaran acara.






Komentar (0)