Satgas PRR Dorong Penguatan Tanggul Sungai Pascabanjir Tapanuli Tengah

detik.com
15 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Tapanuli Tengah pada Sabtu (18/7) menyebabkan banjir di sejumlah wilayah, khususnya Kecamatan Tukka. Banjir dipicu oleh curah hujan tinggi yang berlangsung lebih dari satu setengah jam sehingga menyebabkan debit air sungai meningkat dan meluap ke pemukiman warga.

Luapan sungai juga membawa sedimen yang menghambat aliran air di beberapa titik, termasuk pada akses jembatan yang menjadi penghubung aktivitas masyarakat.

Meski genangan air telah berangsur surut dan penanganan darurat berlangsung cepat, Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera menilai langkah mitigasi permanen perlu segera dipersiapkan agar kejadian serupa tidak terus berulang.

Baca juga: Kemensos Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Tapanuli Tengah

Koordinator Wilayah Sumatera Utara Satgas PRR Brigjen TNI Fadjar Tjahjono menjelaskan penanganan darurat telah dilakukan secara cepat melalui kolaborasi pemerintah daerah, BPBD, TNI, Polri, serta berbagai unsur terkait.

Sedimen yang menumpuk di sekitar jembatan segera dibersihkan menggunakan alat berat sehingga akses masyarakat dapat kembali berfungsi. Hal itu diungkapkan olehnya di Jakarta, hari ini.

"Langkah mitigasi yang harus kita lakukan adalah memperkuat tanggul di sepanjang aliran sungai. Sedimen yang diangkat tidak cukup hanya ditumpuk kembali, tetapi tanggul perlu diperkuat dengan batu atau bronjong sehingga saat debit air meningkat, lumpur tidak kembali masuk ke permukiman," ujar Fadjar dalam keterangan tertulis, Senin (20/7/2026).

Satgas PRR kini mengonsolidasikan langkah-langkah mitigasi bersama pemerintah daerah sebagai tindak lanjut penanganan darurat. Penguatan tanggul, penataan daerah aliran sungai, serta perlindungan titik-titik rawan luapan menjadi prioritas agar penanganan tidak berhenti pada pembersihan pascabanjir, tetapi berlanjut menjadi solusi yang lebih permanen dan berkelanjutan.

Baca juga: Hujan Deras Picu Banjir di Tapteng Sumut, 200 KK Terdampak

Fadjar menambahkan pemerintah telah menyediakan dukungan anggaran untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi. Karena itu, pemerintah daerah diharapkan segera mengoptimalkan pelaksanaan program mitigasi sesuai kebutuhan di lapangan sehingga risiko banjir dapat ditekan secara signifikan.

Sementara itu, selama masa tanggap darurat, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah melalui BPBD bersama TNI, Polri, Basarnas, dan masyarakat bergerak cepat mengevakuasi warga terdampak di Kecamatan Tukka, Badiri, Pinangsori, dan Sarudik.

Dinas Sosial Kabupaten Tapanuli Tengah juga membuka dapur umum di Aula Gereja HKBP Sipange untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi.

"Berdasarkan pendataan sementara, sebanyak 67 kepala keluarga atau sekitar 223 jiwa terdampak banjir dan sempat mengungsi sebelum kondisi berangsur membaik," tutupnya.




(anl/ega)

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Bukan Tak Percaya, Purbaya Sebut Lembaga Pemeringkat Terlalu Dini Menilai Ekonomi RI
• 11 jam lalu
0
thumb
Adian Napitupulu Menegaskan Negara Harus Menyelesaikan Masalah Mendasar Petani demi Meningkatkan Kesejahteraan
• 18 jam lalu
0
thumb
2 WNI Disandera di Myanmar, Kemlu Berhasil Lacak Lokasi Korban
• 19 jam lalu
0
thumb
Studi: Waktu Mandi Bisa Dukung Perkembangan Kognitif Anak
• 17 jam lalu
0
thumb
Ribuan Triliun Lenyap setiap Tahun, Prabowo Miris Lihat Minyak Goreng Langka di Negara Penghasil Sawit Terbesar
• 17 jam lalu
0
Berhasil disimpan.