Pantau - Wakil Ketua Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI Adian Napitupulu menegaskan persoalan utama petani bukan terletak pada kemampuan bertani, melainkan pada lemahnya dukungan negara dalam penyediaan lahan, infrastruktur, hingga kepastian usaha saat Festival Aspirasi BAM DPR RI bertema Kopi sebagai Tanaman Pangan, Konservasi, dan Industri di Bandung, Jawa Barat, Minggu (19/7/2026).
Adian Soroti Persoalan Mendasar PetaniAdian mengatakan pembahasan mengenai petani tidak dapat dipisahkan dari persoalan lahan, hukum, produksi, dan akses pasar.
Ia mengungkapkan, "Bicara petani ya bicara tanah. Bohong kalau kita bicara petani, pekebun tidak bicara tanah. Bicara petani, bicara tanah. Bicara petani, bicara hukum. Bicara petani, bicara produksi. Bicara petani ya bicara pasar."
Menurutnya, negara harus memastikan seluruh ekosistem pertanian berjalan dengan baik mulai dari penyediaan lahan, bibit, pupuk, proses produksi, hingga pemasaran hasil pertanian.
Ia menegaskan, "Problem kita tidak kecil dan kita kumpul di sini tidak untuk menyenangkan petani seolah-olah ada harapan, tapi mencari jalan keluar dari problem-problem mendasar mereka. Apa? Tanah. Kedua apa? Bibit. Ketiga apa? Pupuk. Keempat apa? Produksinya. Kelima apa? Pasarnya. Negara mampu tidak mengelola ini semua?"
Kritik Kepastian Lahan dan Koordinasi PemerintahAdian juga mengkritik pola kerja sama pemanfaatan lahan milik BUMN dan Perhutani yang dinilai belum memberikan kepastian bagi petani kopi karena masa kontrak hanya berlangsung dua tahun, sementara tanaman kopi dapat berproduksi hingga puluhan tahun.
Ia mengatakan, "Kontraknya dua tahun. Tanaman kopi maksimal berproduksi berapa tahun? Kalau dia usianya sampai 20 tahun, kenapa kontraknya per dua tahun? Nanti begitu di tahun ketiga bisnisnya bagus, kalian naikin nilai kontraknya. Ini kan namanya negara berbisnis dengan rakyat. Rakyat itu bukan objek bisnis."
Selain itu, Adian menyoroti lemahnya koordinasi antarinstansi pemerintah dalam mendukung sektor pertanian, termasuk penyediaan infrastruktur seperti jalan usaha tani.
Ia mengungkapkan, "Masalahnya bukan di rakyat. Masalahnya di negara. Karena kita sudah sekian lama di Badan Aspirasi Masyarakat dan masalahnya muter-muter di situ. Bahkan hanya untuk mempertemukan sesama negara saja."
Ia menilai sinergi antarlembaga pemerintah menjadi langkah penting untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapi petani dari hulu hingga hilir.





Komentar (0)