Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan, Indonesia menerima penghargaan tertinggi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di bidang e-government dan digitalisasi pendidikan. Penghargaan tersebut, menurut Prabowo, diberikan setelah aplikasi pendidikan yang dikembangkan pemerintah digunakan oleh 6,9 juta pengguna.
Prabowo mengatakan, pemerintah terus mempercepat digitalisasi pendidikan dengan mendistribusikan panel pintar (smart digital panel) ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia.
"Kita sudah membagi IFP smart panel di seluruh sekolah Indonesia. Satu sekolah tahun lalu sudah kita bagikan, tahun ini tiga per sekolah. Saya harapkan akan sudah tersampaikan kurang lebih tambahan 700.000 panel pintar di seluruh sekolah Indonesia pada Desember 2026 atau semester pertama 2027," kata Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7).
Menurut Prabowo, penyediaan perangkat tersebut akan memperluas akses peserta didik dan tenaga pendidik terhadap materi pembelajaran berkualitas.
"Artinya anak-anak kita dan guru-guru kita di seluruh Indonesia punya akses untuk materi pembelajaran terbaik," ujarnya.
Prabowo kemudian mengungkapkan Indonesia baru saja menerima kabar mengenai penghargaan internasional dari PBB atas digitalisasi pendidikan.
"Baru saja kita dapat berita bagus dari PBB. Memberi penghargaan tertinggi dari 122 negara dalam kategori e-government dan kategori digitalisasi pendidikan," ucapnya.
Menurut Prabowo, penghargaan tersebut berkaitan dengan aplikasi pendidikan yang dikembangkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan telah digunakan oleh jutaan pengguna.
"Bahwa kita punya apps yang dilaksanakan Mendikdasmen telah digunakan 6,9 juta pengguna, membuktikan digitalisasi pendidikan kita diakui dunia. Kita melompat, saudara-saudara," katanya.
Meski demikian, Prabowo meminta jajaran pemerintah tidak cepat berpuas diri dan tetap fokus meningkatkan kualitas sarana pendidikan.
"Kita tidak cepat puas, tapi kita ingin memperbaiki semua sekolah kita," tegasnya.
Prabowo menargetkan renovasi 100 ribu sekolah pada 2027 dan jumlah yang sama pada 2028. Ia berharap seluruh sekolah di Indonesia dapat direnovasi.
"Tahun depan target kita 100.000, tahun 2028, 100.000. Kita berharap seluruh sekolah di Indonesia sudah direnovasi. Uangnya akan kita kirim langsung ke kepala sekolah, diawasi komite guru, dan hasilnya sangat baik," ujarnya.






Komentar (0)