Waskita Karya (WSKT) Jadi Operator Tol, Begini Dampaknya ke Valuasi Saham

bisnis.com
17 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Rencana Danantara Indonesia dan BP BUMN untuk mengarahkan PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT) menjadi operator jalan tol berpotensi mendongkrak valuasi perseroan di mata investor. Kendati demikian, eksekusi pemulihan neraca keuangan tetap menjadi kunci utama.

Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menjelaskan bahwa model bisnis kontraktor engineering, procurement, and construction (EPC) umumnya memiliki karakteristik marjin tipis, kebutuhan modal kerja besar, serta arus kas yang cenderung fluktuatif. 

Sebaliknya, operator jalan tol menawarkan pendapatan berulang atau recurring income, arus kas yang lebih stabil, dan visibilitas kinerja yang lebih terukur. 

“Operator jalan tol biasanya memperoleh valuasi yang lebih premium. Namun, transformasi itu tidak akan langsung tercermin pada valuasi jika pasar masih melihat adanya tantangan fundamental, seperti tingginya leverage dan proses restrukturisasi belum selesai,” ucap Nafan kepada Bisnis.com, Senin (20/7/2026).

Mengingat neraca keuangan WSKT masih dalam fase kritis, Nafan menilai bahwa beban utang masa lalu tidak bisa diselesaikan dengan mengandalkan arus kas operasional dari ruas tol yang beroperasi. Pasalnya, marjin awal tol umumnya masih tergerus oleh beban depresiasi dan bunga pinjaman. 

Untuk itu, monetisasi aset melalui divestasi dinilai sebagai langkah untuk mempercepat pemulihan neraca. WSKT dapat meniru skema PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR) dengan melepas kepemilikan aset tol yang sudah matang. 

Baca Juga

  • Bedah 7 Anak Usaha Jalan Tol Waskita (WSKT), Dari Trans Jawa hingga Balikpapan
  • Danantara Minta Waskita (WSKT) Jadi Emiten Jalan Tol Susul Jasa Marga
  • Waskita (WSKT) Raup Rp4,91 T di Semester I/2026, Rugi Susut 16,9%

“Skema seperti yang dilakukan JSMR yakni melepas porsi minoritas atau mayoritas aset matang ke investor strategis atau INA adalah jalan tercepat untuk mendatangkan fresh cash guna memangkas pokok utang secara drastis,” ujarnya.

Setelah rasio utang terhadap modal (debt-to-equity) turun ke level aman, WSKT dinilai baru bisa mempertahankan kepemilikan mayoritas pada sisa blok tol strategis untuk dijadikan mesin recurring income jangka panjang yang stabil.

Sementara itu, apabila emiten BUMN Karya tersebut benar-benar difokuskan menjadi pemain utama jalan tol kedua nasional mendampingi JSMR, Nafan membeberkan lima faktor utama yang akan dicermati investor.

Pertama, keberhasilan restrukturisasi keuangan dalam menurunkan rasio utang dan mempersehat arus kas. Kedua, kualitas dan profitabilitas aset jalan tol dari tingkat volume lalu lintas, tarif, serta kemampuan menghasilkan free cash flow.

Ketiga, konsistensi pertumbuhan recurring income terhadap pendapatan guna menurunkan profil risiko perusahaan. Keempat, disiplin alokasi modal antara investasi baru, pembayaran utang, dan penciptaan nilai bagi pemegang saham.

“Investor akan mencermati apakah perusahaan mampu menjaga keseimbangan antara investasi baru, divestasi aset, pembayaran utang, dan penciptaan nilai bagi pemegang saham,” tutur Nafan. 

Kelima, lanjutnya adalah penerapan tata kelola perusahaan (good corporate governance/GCG) serta kepastian arah strategi secara berkelanjutan.

Berdasarkan laporan keuangan semester I/2026, WSKT telah mengantongi modal awal lewat penguasaan portofolio tujuh entitas jalan tol di Jawa, Sumatra, dan Kalimantan yang dikendalikan melalui PT Waskita Toll Road (WTR).

Waskita Karya (Persero) Tbk. - TradingView
_______

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Komisi XI DPR dan Kemenkeu Sepakati RUU Pusat Finansial Internasional Dibawa ke Sidang Paripurna
• 19 jam lalu
0
thumb
Saatnya Back to School Bareng Mall of Indonesia
• 19 jam lalu
0
thumb
Daftar 17 Pejabat Indonesia Terjaring OTT KPK di 2026, Terbaru Ada Bupati Lombok Barat Lalu
• 16 jam lalu
0
thumb
Garudayaksa FC Pastikan Berkandang di Stadion Pakansari untuk Mengarungi Super League 2026/2027
• 17 jam lalu
0
thumb
Prabowo Sebut Sidang Kabinet Jadi Evaluasi jelang 2 Tahun Pemerintahan
• 15 jam lalu
0
Berhasil disimpan.