Spanyol memastikan gelar juara usai mengalahkan Argentina 1-0 melalui babak tambahan waktu pada final yang berlangsung di Stadion New York, Senin (20/7) dini hari WIB. Gol tunggal Ferran Torres mengantarkan La Roja meraih trofi Piala Dunia kedua sepanjang sejarah setelah terakhir kali menjadi kampiun pada edisi 2010 di Afrika Selatan.
Keberhasilan tersebut semakin istimewa bagi Yamal yang masih berusia 19 tahun. Namanya kini masuk dalam buku sejarah sebagai pemain termuda yang mampu mengoleksi dua gelar paling bergengsi di sepak bola internasional, yakni UEFA EURO dan Piala Dunia.
Sebelumnya, Yamal lebih dulu membawa Spanyol menjuarai UEFA EURO 2024. Turnamen tersebut menjadi kompetisi internasional senior pertamanya dan berlangsung sehari setelah ia merayakan ulang tahun ke-17.
Baca Juga :
Pernah Main di Indonesia, Pau Cubarsi Kini Bersinar di Piala Dunia 2026Pada ajang tersebut, Yamal tampil luar biasa. Gol spektakulernya ke gawang Prancis pada semifinal menjadikannya pencetak gol termuda sepanjang sejarah EURO. Ia juga mencatatkan empat assist yang mengantarkannya meraih penghargaan Young Player of the Tournament atau Pemain Muda Terbaik.
Di Piala Dunia 2026, kontribusi Yamal memang tidak seproduktif saat tampil di EURO. Ia hanya mencetak satu gol sepanjang turnamen setelah sempat mengalami cedera yang membatasi menit bermainnya pada fase grup.
Namun, memasuki babak gugur, pelatih Luis de la Fuente kembali memberikan kepercayaan kepada Yamal untuk mengisi sektor sayap kanan. Kecepatan, kreativitas, dan kemampuannya membuka ruang menjadi salah satu senjata penting Spanyol dalam perjalanan menuju gelar juara.
Perkembangan karier Yamal dalam beberapa tahun terakhir memang tergolong luar biasa. Pada 2025, ia finis di posisi kedua dalam The Best FIFA Football Awards, penghargaan tahunan FIFA untuk pemain terbaik dunia.
Rekor demi rekor juga berhasil dipecahnya sejak menjalani debut bersama Barcelona pada usia 15 tahun, sembilan bulan, dan 16 hari. Ia menjadi pemain termuda yang tampil dan mencetak gol untuk Barcelona di kompetisi resmi, sekaligus pencetak gol termuda dalam sejarah La Liga, kasta tertinggi Liga Spanyol.
Tak hanya di level klub, Yamal juga mencatat sejarah bersama Timnas Spanyol sebagai pemain dan pencetak gol termuda. Pencapaian tersebut semakin menegaskan statusnya sebagai salah satu talenta terbaik yang dimiliki sepak bola dunia saat ini.
Kini, Yamal bukan lagi sekadar pemain muda potensial. Di usia yang bahkan belum menginjak 20 tahun, ia telah menjadi figur sentral bagi Barcelona dan Timnas Spanyol. Dengan koleksi gelar UEFA EURO 2024 dan Piala Dunia FIFA 2026, Yamal berhasil menciptakan rekor baru yang akan sulit disamai oleh generasi berikutnya.
(Muhammad Zaidan Rizky)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ASM)






Komentar (0)