Bisnis.com, JAKARTA — PT Sunindo Pratama Tbk. (SUNI) memenangkan tender pengadaan material Wellhead Component Sub Paket A dari PT Pertamina Hulu Rokan dengan nilai kontrak maksimal Rp62,55 miliar.
Direktur SUNI Freddy Soejandy mengatakan perseroan ditetapkan sebagai pemenang tender pada Senin (20/7/2026) melalui Penunjukan Pemenang Tender Nomor 0026/LONI/2026 atas kontrak Nomor GPHR00571A untuk pengadaan material Wellhead Component Sub Paket A PT Pertamina Hulu Rokan.
"Nilai kontrak tersebut tidak melebihi Rp62,55 miliar. Masa berlaku kontrak 20 Agustus 2026 sampai dengan 19 Agustus 2028," ujar Freddy dalam keterbukaan informasi, Senin (20/7/2026).
Freddy berharap keberhasilan memenangkan tender tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap kegiatan operasional melalui penambahan proyek yang dikerjakan. Kontrak tersebut juga berpotensi meningkatkan pendapatan dan profitabilitas SUNI sepanjang 2026 hingga 2028.
Selain itu, kemenangan tender tersebut diharapkan memperkuat posisi perseroan dalam memperoleh peluang proyek-proyek berikutnya, khususnya di sektor hulu migas.
Sebelumnya, SUNI juga memenangkan tender pengadaan COO Casing 13-3/8 Grade K55 (PHSS) dari PT Pertamina Hulu Sanga Sanga dengan nilai penawaran Rp129,88 miliar.
Baca Juga
- Sunindo Pratama (SUNI) Putuskan Bagi Dividen Rp50 Miliar
- Sunindo Pratama (SUNI) Menang Tender Rp129,8 Miliar dari Anak Usaha Pertamina
- Sunindo Pratama (SUNI) Bidik Pendapatan Rp932 Miliar 2024
Penetapan pemenang tender tersebut diumumkan pada 14 Januari 2025 melalui ketetapan Nomor GA04025005A/I/2025/S-02. Saat itu, Freddy menyatakan kontrak tersebut diharapkan memberikan kontribusi terhadap pendapatan dan laba usaha perseroan sepanjang 2025 hingga 2026.
Di lantai Bursa, saham SUNI terpantau menguat 7,44% atau 45 poin ke level Rp650 per lembar pada penutupan perdagangan Senin (20/7/2026). Meski begitu, sepanjang tahun berjalan 2026, saham SUNI terkoreksi 22,16%.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.






Komentar (0)