Harga CPO Naik, Ditopang Reli Minyak dan Ancaman El Niño

idxchannel.com
21 jam lalu
Cover Berita

Harga minyak sawit mentah (CPO) menguat pada perdagangan Senin (20/7/2026), mengikuti lonjakan harga minyak mentah dan penguatan minyak nabati di Bursa Dalian.

Harga CPO Naik, Ditopang Reli Minyak dan Ancaman El Niño. (Foto: Magnific)

IDXChanel - Harga minyak sawit mentah (CPO) menguat pada perdagangan Senin (20/7/2026), mengikuti lonjakan harga minyak mentah dan penguatan minyak nabati di Bursa Dalian, China.

Kekhawatiran baru terhadap penguatan fenomena El Niño juga turut menopang kenaikan harga.

Baca Juga:
Bank BCA (BBCA) Suntik Pinjaman Indodana Finance Rp1,5 Triliun

Kontrak acuan CPO pengiriman Oktober di Bursa Malaysia Derivatives menguat 1,20 persen menjadi 4.652 ringgit Malaysia per ton pada pukul 15.07 WIB.

"Kenaikan kontrak berjangka CPO di Bursa Malaysia dipicu reli harga energi, penguatan kontrak minyak kedelai di CBOT sejak Jumat, serta kenaikan harga minyak nabati di China pada perdagangan Asia hari ini. Pembicaraan mengenai potensi El Niño yang sangat kuat kembali mengemuka, sehingga turut mendorong harga minyak sawit," ujar Kepala Riset Komoditas Sunvin Group, Anilkumar Bagani, dikutip Reuters.

Baca Juga:
Penjualan FORE Capai Rp1 Triliun pada Semester I-2026

Kontrak minyak kedelai paling aktif di Bursa Dalian naik 0,51 persen, sedangkan kontrak minyak sawit menguat 1,16 persen. Di Chicago Board of Trade (CBOT), harga kontrak minyak kedelai juga bertambah 0,06 persen.

Harga minyak sawit cenderung mengikuti pergerakan minyak nabati pesaingnya karena bersaing memperebutkan pangsa pasar minyak nabati global.

Baca Juga:
10 Saham dengan Penambahan Jumlah Investor Tertinggi Juni 2026, Ada AMMN hingga DSSA

Sementara itu, harga minyak Brent melonjak sekitar 2 persen hingga menembus USD90 per barel pada Senin, menyusul meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di Timur Tengah yang mengganggu pengiriman minyak melalui Selat Hormuz.

Kenaikan harga minyak mentah membuat minyak sawit menjadi bahan baku biodiesel yang lebih menarik secara ekonomi.

Di sisi lain, Departemen Meteorologi Malaysia mengatakan kepada Reuters bahwa negara tersebut diperkirakan mengalami suhu tertinggi dalam sejarah pada tahun depan seiring menguatnya El Niño.

Kondisi tersebut memicu kekhawatiran terhadap potensi penurunan produksi minyak sawit.

Pusat Prediksi Iklim Amerika Serikat (U.S. Climate Prediction Center) juga menyatakan El Niño semakin menguat dalam sebulan terakhir dan diperkirakan terus meningkat sepanjang 2026 serta berlanjut hingga awal 2027. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Gen Z & Budaya Healing: Pelarian atau Strategi Bertahan?
• 8 jam lalu
0
thumb
4 Terdakwa Pembunuhan Kacab Bank Divonis 9-13 Tahun Penjara, 1 Bebas
• 14 jam lalu
0
thumb
Komisi VII: Industri wajib optimalkan penyerapan tenaga kerja dan TJSL
• 20 jam lalu
0
thumb
Istana-DPR Kompak Minta Hotman Paris Tak Seret Nama Prabowo di Kasus Febrie Adriansyah
• 4 jam lalu
0
thumb
DPR Desak Pemerintah Evaluasi Aturan Kompensasi Penumpang Terdampak Delay Pesawat
• 22 jam lalu
0
Berhasil disimpan.