Lepas Kideco, Begini Bayangan Risiko Kinerja Keuangan Indika Energy (INDY)

katadata.co.id
19 jam lalu
Cover Berita

Emiten energi yang terafiliasi dengan pengusaha Arsjad Rasjid, PT Indika Energy Tbk (INDY), dikabarkan akan menjual anak usaha di sektor pertambangan batu bara yakni PT Kideco Jaya Agung. Jika rumor tersebut benar, dampak yang ditimbulkannya diperkirakan besar terhadap kinerja keuangan perseroan.

Saat ini, INDY menguasai 91% saham Kideco atau sekitar 537 juta saham. Berdasarkan laporan keuangan kuartal I 2026, Kideco memiliki total aset senilai US$ 639,46 juta atau sekitar Rp 11,74 triliun. 

Kideco menjadi kontributor utama kinerja INDY. Pendapatan perusahaan tambang batu bara tersebut menyumbang 72,8% terhadap total pendapatan kotor perseroan. Sementara itu, laba bersih Kideco mencapai US$ 42,4 juta pada kuartal I 2026, jauh lebih tinggi dibandingkan laba bersih konsolidasian INDY yang tercatat sebesar US$ 7,2 juta.

Branch Manager Panin Sekuritas Pondok Indah, Elandry Pratama mengatakan, apabila divestasi Kideco terealisasi, kontribusi pendapatan dan laba INDY dalam jangka pendek berpotensi menurun. Hal itu dikarenakan posisi Kideco sebagai aset terbesar sekaligus kontributor utama kinerja INDY.

“Namun, dari sisi strategi, pelepasan aset bisa menjadi langkah untuk melakukan portfolio transformation, memperkuat kas, menurunkan utang, serta mempercepat diversifikasi ke bisnis non-batu bara,” ujar Elandry kepada Katadata, Senin (20/7).

Menurut dia, respons pasar terhadap aksi tersebut akan sangat bergantung pada valuasi transaksi dan efektivitas penggunaan dana hasil divestasi. Investor akan mencermati apakah dana tersebut mampu menghasilkan sumber pertumbuhan baru bagi INDY. 

Di sisi lain, Investment Specialist Korea Investment Sekuritas Indonesia, Ahmad Faris Mu’tashim, menilai divestasi Kideco sejalan dengan rencana INDY untuk bertransformasi menjadi perusahaan yang lebih ramah lingkungan. Menurut dia, arah tersebut terlihat dari sejumlah aksi korporasi INDY dalam beberapa tahun terakhir yang mulai merambah bisnis berkelanjutan, termasuk kendaraan listrik Alfa.

“INDY memang berencana untuk pivot menjadi green company. Terlihat dari aksi korporasi beberapa tahun terakhir yang mulai merambah bisnis ramah lingkungan seperti motor listrik Alfa. Sehingga bisnis coal unit akan dilepas agar lebih ESG friendly,” kata Ahmad.

Dia menilai, pelepasan bisnis batu bara memang dapat berdampak terhadap kinerja keuangan INDY. Namun, perusahaan berpotensi memperoleh akses yang lebih luas terhadap sumber permodalan dan pembiayaan karena memiliki bisnis yang lebih sesuai dengan prinsip environmental, social and governance (ESG).

“Memang secara kinerja tidak akan sebagus saat memiliki aset coal company. Namun, dari sisi akses permodalan dan pembiayaan akan lebih terbuka seiring bisnis yang lebih comply dengan ESG,” ujarnya.

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta juga menilai, apabila INDY benar-benar melepas Kideco, dampaknya terhadap pendapatan konsolidasian dalam jangka pendek akan cukup signifikan. Pasalnya, Kideco selama ini merupakan kontributor utama terhadap pendapatan dan laba perseroan.

Sebelumnya, Bloomberg melaporkan INDY tengah mempertimbangkan divestasi Kideco dengan nilai transaksi yang diperkirakan mencapai lebih dari US$1 miliar atau sekitar Rp18,1 triliun.

INDY disebut telah menggandeng penasihat keuangan untuk mengevaluasi opsi divestasi tersebut. Perseroan juga dikabarkan telah menghubungi sejumlah calon pembeli untuk mengukur minat awal terhadap aset tambang batu bara tersebut.

“Pembahasan sedang berlangsung dan INDY dapat memilih untuk mempertahankan aset tersebut,” ucap narasumber Bloomberg, dikutip Kamis (16/7). 

Merespons kabar itu, manajemen INDY enggan memberikan komentar, terutama soal spekulasi pasar. Mereka menyatakan, Indika Energy menjunjung tinggi prinsip tata kelola perusahaan yang baik dan mematuhi seluruh ketentuan pasar modal yang berlaku. 

“Setiap informasi atau perkembangan yang bersifat material akan disampaikan kepada publik secara transparan melalui saluran resmi perusahaan, sesuai dengan ketentuan keterbukaan informasi yang berlaku,” ucap manajemen kepada Katadata.co.id, Kamis (16/7).  PT Kideco Jaya Agung adalah salah satu kontraktor di bidang pertambangan batu bara. Adapun saat ini INDY menggenggam sebanyak 91% atau sekitar 537 juta saham Kideco.

Perusahaan itu memiliki luasan wilayah konsesi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) dengan total luasan 33,887 ha yang terbagi menjadi 2 blok.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
IHSG Ditutup Menguat Hampir 1% ke Level 6.231, Nilai Tukar Rupiah Melemah Tipis
• 18 jam lalu
0
thumb
OTT Bupati Lombok: KPK Sudah Jerat Tersangka, Kasusnya Suap Proyek-Gratifikasi
• 1 menit lalu
0
thumb
Polri Usut Dugaan Korupsi Pengadaan Lahan, Eks Wakapolri Oegroseno Dipanggil
• 17 jam lalu
0
thumb
Polda Sumut Ungkap Peredaran 5,3 Ton Narkoba Sepanjang Januari-Juli 2026
• 15 jam lalu
0
thumb
Prabowo Telah Pangkas 250 BUMN hingga Bulan Ini, Targetkan Bisa Hemat Rp 50 T
• 10 jam lalu
0
Berhasil disimpan.