JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan menegaskan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) atau Kopdes bukanlah supermarket atau toko serbaada (toserba).
Ia menyampaikan, Kopdes dibentuk sebagai infrastruktur pemerintah untuk menyalurkan bantuan dan barang bersubsidi hingga menyerap hasil panen petani.
Pernyataan itu disampaikan Zulkifli usai rapat koordinasi terbatas mengenai pengembangan KDMP di Jakarta, Senin (20/7/2026).
"Sebagaimana sudah dijelaskan berkali-kali, Kopdes ini dia adalah infrastruktur pemerintah. Infrastruktur pemerintah untuk menyalurkan bantuan-bantuan, barang-barang yang bersubsidi melalui Koperasi Desa Merah Putih atau Kelurahan Merah Putih," kata dia, seperti dilaporkan jurnalis KompasTV, Tesalonika Ajeng.
Baca Juga: Mendes: 20 Persen Keuntungan Kopdes Merah Putih Akan Masuk Pendapatan Asli Desa
Ia menjelaskan, keberadaan Kopdes Merah Putih juga akan dimanfaatkan sebagai sarana pelaksanaan operasi pasar karena nantinya setiap desa maupun kelurahan memiliki koperasi tersebut.
Selain menjadi penyalur barang bersubsidi, pemerintah juga menyiapkan Kopdes Merah Putih sebagai offtaker atau pembeli siaga hasil panen petani, termasuk gabah, untuk menjaga stabilitas harga di tingkat petani.
"Misalnya harga gabah ditentukan pemerintah Rp5.500, di situ gabahnya Rp5.000. Maka nanti yang akan membeli, mengambil alih adalah Koperasi Desa Merah Putih sebagai offtaker," terang Zukifli.
"Jadi, jangan dibayangkan Kopdes itu supermarket seperti toko serbaada, bukan. Sementara dia adalah infrastruktur pemerintah dan juga sebagai offtaker," sambungnya.
Penulis : Dina Karina Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV
- kopdes merah putih
- zulkifli hasan
- menko pangan
- fungsi kopdes merah putih
- Kopdes
- KDMP






Komentar (0)