REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Setiap manusia kerap merasakan berbagai lintasan pikiran dan dorongan dalam hati. Namun, tidak semua bisikan itu berasal dari sumber yang sama.
Imam Al-Ghazali dalam kitab Minhajul Abidin menjelaskan ada bisikan yang datang dari Allah SWT dan malaikat, ada pula yang berasal dari hawa nafsu maupun godaan setan. Masing-masing memiliki ciri yang dapat dikenali agar seorang Muslim tidak salah dalam mengambil keputusan.
Baca Juga
Mengenal Fatima, Nenek yang Menjadi Inspirasi Hebat Lamine Yamal
Alquran Gambarkan Keadaan Penghuni Surga, Tak Ada Lagi Dengki dan Permusuhan
Generasi Baru Pemain Muslim Jawab Sentimen Islamofobia Eropa di Piala Dunia
Ulama bernama lengkap Abu Hamid Muhammad ibn Muhammad al-Ghazali ini menjelaskan cara membedakan bisikan baik dan bisikan buruk di dalam hati. Bisikan baik datang dari Allah SWT dan malaikat yang ditugaskan-Nya, sementara bisikan buruk datang dari setan dan hawa nafsu.
Setelah memahami jenis-jenis bisikan, Imam Al-Ghazali menjelaskan selanjutnya perlu memahami tiga hal penting yang mesti direnungkan secara mendalam terkait bisikan dalam hati.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Pertama, sangat penting mengetahui secara umum perbedaan antara keinginan baik dan keinginan buruk.
Kedua, selanjutnya, perlu diketahui apakah sebuah keinginan buruk lahir dari godaan hawa nafsu atau disebabkan oleh bisikan setan. Jawabannya harus diketahui sejak awal karena metode untuk mengatasinya berbeda.
Ketiga, mengenai keinginan baik, juga perlu diketahui sejak awal apakah itu berasal dari bisikan Allah atau dari bisikan setan. Keinginan yang berasal dari bisikan Allah dapat direalisasikan.
Sebaliknya, jika berasal dari bisikan setan, maka harus ditolak. Prinsip yang sama juga diterapkan terhadap keinginan baik yang berasal dari hawa nafsu.
Komentar (0)