CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Rasa kantuk yang muncul setelah makan siang sering dianggap hal yang wajar. Banyak orang mengira kondisi tersebut hanya disebabkan oleh perut yang terlalu kenyang.
Padahal, menurut sejumlah pakar kesehatan, ada beberapa proses alami dalam tubuh yang berperan memicu rasa kantuk setelah makan.
Fenomena ini dikenal sebagai postprandial somnolence, yaitu kondisi ketika seseorang merasa mengantuk setelah mengonsumsi makanan.
Respons tersebut merupakan bagian dari mekanisme biologis tubuh yang dipengaruhi oleh ritme sirkadian, proses pencernaan, hingga jenis makanan yang dikonsumsi.
Menurut Cleveland Clinic, rasa kantuk setelah makan tidak hanya dipengaruhi oleh banyaknya makanan yang dikonsumsi, tetapi juga oleh jam biologis tubuh.
Pada awal hingga pertengahan sore hari, tubuh memang mengalami penurunan tingkat kewaspadaan secara alami sehingga rasa kantuk menjadi lebih mudah muncul.
Selain itu, proses pencernaan membutuhkan energi. Setelah makan, aliran darah meningkat ke saluran pencernaan untuk membantu mengolah makanan.
Meski anggapan bahwa seluruh darah berpindah ke lambung sehingga otak kekurangan pasokan darah merupakan mitos, aktivitas pencernaan tetap melibatkan perubahan hormonal yang dapat membuat tubuh terasa lebih rileks.
Jenis makanan juga memiliki pengaruh besar. Makanan tinggi karbohidrat sederhana, gula, dan lemak dapat memicu lonjakan gula darah yang kemudian diikuti penurunan kadar gula darah. Kondisi tersebut sering membuat tubuh terasa lemas dan mengantuk.
Sementara itu, Mayo Clinic menjelaskan bahwa makanan yang mengandung asam amino triptofan, seperti daging unggas, telur, susu, keju, dan kacang-kacangan, dapat membantu tubuh memproduksi serotonin dan melatonin. Kedua zat tersebut berperan dalam mengatur suasana hati dan siklus tidur.
Namun, efek kantuk biasanya tidak berasal dari satu jenis makanan saja, melainkan kombinasi antara pola makan, ukuran porsi, dan kondisi tubuh secara keseluruhan.
Kurang tidur pada malam sebelumnya juga menjadi faktor penting. Orang yang tidak memperoleh waktu tidur yang cukup cenderung mengalami penurunan konsentrasi pada siang hari. Setelah makan, rasa kantuk tersebut dapat menjadi lebih terasa karena tubuh memang sedang membutuhkan istirahat.
Untuk mengurangi rasa kantuk setelah makan siang, para ahli menyarankan mengonsumsi porsi makan yang tidak berlebihan, memilih makanan dengan kandungan serat, protein, dan karbohidrat kompleks yang seimbang, memperbanyak minum air putih, serta melakukan aktivitas ringan seperti berjalan kaki selama beberapa menit setelah makan.
Menjaga kualitas tidur pada malam hari juga menjadi langkah penting agar tubuh tetap bugar sepanjang hari dan tidak mudah mengantuk setelah makan siang.
Sumber: Cleveland Clinic/ Mayo Clinic





Komentar (0)