Harga Minyak Brent Tembus US$90,31/barel, Prospek Saham MEDC, ENRG, ELSA

bisnis.com
22 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Lonjakan harga minyak akibat eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah menjadi sentimen positif bagi emiten migas Tanah Air, walau tetap membawa risiko inflasi energi.

Berdasarkan data BRI Danareksa Sekuritas, harga minyak Brent telah melesat 2,51% menjadi US$90,31 per barel dan minyak WTI naik 2,25% menjadi US$84,35 per barel akibat eskalasi ketegangan di Timur Tengah.

Seiring dengan kenaikan harga minyak, data RTI Infokom pada Senin (20/7/2026) pukul 13.12 WIB menunjukkan saham-saham migas bergerak menguat.

Saham PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) setidaknya memimpin penguatan dengan kenaikan harga 4,43% menjadi Rp1.415.  Mengikuti saham PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) yang melaju 4,03% menjadi Rp1.420.

Selanjutnya saham PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) naik 3,25% menjadi Rp1.270 dan saham PT Elnusa Tbk. (ELSA) naik 2,34% menjadi Rp655.

Baca Juga : Harga Minyak Global Naik Usai AS Lanjutkan Serangan ke Iran

Analis BRI Danareksa Sekuritas menjelaskan kenaikan harga minyak berpotensi  menjadi sentimen positif bagi emiten energi, seperti MEDC, ENRG, ELSA, PGEO, dan AKRA.

"Reli dipicu oleh eskalasi konflik AS-Iran, termasuk berlanjutnya serangan militer, blokade laut terhadap pelabuhan Iran, serta ancaman terhadap lalu lintas kapal di Selat Hormuz," tulis analis BRI Sekuritas, Senin (20/7/2026).

Adapun, imbas eskalasi itu aktivitas pelayaran di Selat Hormuz melambat dan meningkatkan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan. Hal itu mengingat sekitar 20% perdagangan minyak dunia melewati jalur tersebut.

Dalam perkembangan terkini, eskalasi konflik terjadi setelah militer AS mengonfirmasi seorang personel militernya kembali tewas dalam operasi terbaru. Pada saat yang sama, tim investigasi menemukan jenazah yang belum teridentifikasi di dekat lokasi serangan Iran di Yordania yang sebelumnya menewaskan dua personel militer AS dan menyebabkan satu lainnya dinyatakan hilang.

Di sisi lain, militer AS melanjutkan serangan terhadap target-target di Iran untuk malam kesembilan secara berturut-turut.

Komando Pusat Amerika Serikat (U.S. Central Command/Centcom) menyatakan operasi tersebut bertujuan melemahkan kemampuan militer Iran yang digunakan untuk menyerang kapal-kapal komersial serta pelaut sipil yang melintasi Selat Hormuz.

"Serangan akan terus dilakukan untuk mengurangi kemampuan militer Iran yang digunakan dalam serangan terhadap kapal komersial dan pelaut sipil yang melintasi Selat Hormuz," demikian pernyataan Centcom melalui platform X.

Eskalasi terbaru itu kembali memicu kekhawatiran terhadap keamanan Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu rute pengiriman minyak paling penting di dunia.

Dalam operasi tersebut, Centcom menargetkan sistem pengawasan pantai dan pertahanan udara Iran, aset-aset maritim, serta fasilitas penyimpanan rudal dan pesawat nirawak. 

Baca Juga : AS Gempur Iran Sembilan Hari Beruntun, Konflik Selat Hormuz Kian Memanas

Militer AS juga menyerang unit-unit Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) yang disebut terkait dengan serangan terhadap personel militer AS di Yordania pada 17 Juli lalu.

Analis Quantum Strategy David Roche menilai pasar minyak global kini semakin ketat karena ekspor minyak dari kawasan Teluk terus menyusut.

Dalam catatannya pada Senin, Roche memperkirakan penyusutan persediaan minyak akan semakin terasa mulai September jika kondisi saat ini berlanjut, termasuk bagi pasar energi Amerika Serikat.

"Pada laju penurunan seperti ini, persediaan minyak akan menjadi sangat ketat pada September dan bahkan Amerika Serikat akan mulai mengalami tekanan. Kondisi itu akan meningkatkan tekanan politik terhadap Presiden Donald Trump. Kami tetap merekomendasikan posisi beli pada Brent dengan target harga US$95 hingga US$105 per barel," tulis Roche.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Giorgio Antonio Unggah Video Klarifikasi, Denny Sumargo Berikan Respons Ini
• 1 jam lalu
0
thumb
Di RDPU DPR, Mahasiswa King’s College Paparkan 3 Rekomendasi RUU Perampasan Aset
• 19 menit lalu
0
thumb
Keppres Pengangkatan Kuntadi sebagai Jampidsus Ditargetkan Rampung Pekan Ini
• 22 jam lalu
0
thumb
Prabowo Usul Bantuan Perumahan Berupa Material Bangunan
• 9 jam lalu
0
thumb
Foto: Peternakan Sapi Perah Terpadu Terbesar Mulai Dibangun di Brebes
• 17 jam lalu
0
Berhasil disimpan.