Ramallah: Dua warga Palestina tewas dan satu orang lainnya mengalami luka-luka setelah pemukim Israel melepaskan tembakan dalam sebuah serangan di Desa Deir Jarir, dekat Ramallah, Tepi Barat yang diduduki pada Minggu, 19 Juli.
Kementerian Kesehatan Palestina mengidentifikasi korban tewas sebagai Awda Abdul Rahim Awda Farakhna (53) dan Ahmed Adel Rashid Abu Mukh (26). Pihak kementerian mengonfirmasi bahwa keduanya meninggal dunia akibat tembakan senjata api pemukim Israel.
Sebelumnya, Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina melaporkan bahwa tim medisnya telah mengevakuasi seorang pria dalam kondisi kritis akibat luka tembak di bagian perut ke rumah sakit setempat. Petugas medis dilaporkan melakukan tindakan resusitasi jantung paru (CPR) selama proses evakuasi berlangsung.
Bulan Sabit Merah kemudian menyatakan bahwa korban pria lainnya dievakuasi ke rumah sakit akibat luka tembak peluru tajam di bagian lutut. Pihak medis selanjutnya melakukan tindakan CPR terhadap korban ketiga yang berusia 55 tahun saat dilarikan ke rumah sakit.
Kantor berita resmi Palestina, Wafa melaporkan bahwa kota-kota dan desa-desa di seluruh Kegubernuran Ramallah dan Al-Bireh mengalami peningkatan gelombang serangan dari pemukim Israel.
Aksi kekerasan yang menyasar warga Palestina dan properti mereka tersebut mencakup penganiayaan fisik, penembakan peluru tajam, pembakaran, hingga pengrusakan lahan pertanian di bawah perlindungan militer Israel.
Berdasarkan data resmi pemerintah Palestina, militer dan pemukim Israel telah mengintensifkan serangan di Tepi Barat yang diduduki sejak pecahnya perang Gaza pada Oktober 2023. Rangkaian aksi kekerasan tersebut telah menewaskan sedikitnya 1.181 warga Palestina, melukai 13.000 orang, serta berujung pada penangkapan hampir 24.000 warga.
(Kelvin Yurcel)





Komentar (0)