Doha: Pejabat senior Hamas menyampaikan ucapan selamat atas kemenangan yang diraih Spanyol dalam laga final Piala Dunia FIFA 2026.
Pihaknya menggambarkan pencapaian tersebut sebagai sumber kegembiraan bagi rakyat Palestina dan para pendukung keadilan global, sekaligus pukulan telak bagi rezim Zionis beserta para penyokongnya.
Anggota biro politik Hamas, Basem Naim, menyampaikan apresiasi mendalam kepada tim nasional Spanyol atas gelar juara yang berhasil diraih secara layak tersebut. Ia juga memberi penghormatan kepada masyarakat Palestina dan para pendukung global yang menyambut keberhasilan tim Matador dengan penuh antusiasme.
“Jika kemenangan ini tidak memiliki pencapaian lain selain mengusik Zionis dan para tentara bayarannya, hal itu saja sudah cukup,” ujar Naim, seperti dikutip Press TV, pada Senin, 20 Juli 2026. Keberhasilan Spanyol menjuarai ajang sepak bola terbesar dunia tersebut bergema kuat di seluruh wilayah Palestina dan para simpatisan di tingkat global.
Tim nasional Spanyol dinilai telah menjadi simbol solidaritas terhadap perjuangan Palestina, yang tidak lepas dari posisi politik tegas pemerintah Spanyol dalam menentang aksi genosida Israel di Gaza. Pemerintah di Madrid secara resmi telah mengakui Negara Palestina, menjatuhkan sanksi terhadap entitas pendudukan, serta memutuskan hubungan diplomatik sebagai respons atas pembantaian dan kehancuran yang dialami rakyat Palestina.
Simbol-simbol dukungan di lapangan turut mempererat ikatan emotif tersebut. Bintang muda Spanyol, Lamine Yamal, yang kini menjadi figur populer di Gaza, sempat membentangkan bendera Palestina saat perayaan gelar La Liga bersama Barcelona sebuah aksi yang menginspirasi pembuatan lukisan mural dirinya di berbagai sudut kawasan yang terdampak konflik.
Warga Gaza terpantau berkumpul di lokasi-lokasi darurat di antara reruntuhan bangunan untuk menyaksikan laga Spanyol, memandang keberhasilan tim tersebut sebagai momentum perlawanan dan harapan bersama.
Dalam sebuah momen unik, warga Palestina di Gaza bahkan sempat menggelar laga reka ulang final Piala Dunia antara Spanyol dan Argentina di stadion yang rusak, menegaskan hak mereka untuk hidup, berolahraga, dan beraktivitas secara normal di tengah gempuran militer. Kemenangan Spanyol di panggung olahraga ini membawa bobot politik yang substansial dengan menegaskan kecaman dunia internasional terhadap tindakan rezim Zionis di arena global.
Di tengah perjuangan rakyat Palestina, momen kemenangan ini menjadi penanda bahwa dukungan terhadap keadilan melampaui batas-batas geografis. Solidaritas dan kegembiraan di Palestina atas pencapaian Spanyol mencerminkan ketahanan masyarakat yang menolak untuk dilenyapkan di tengah situasi krisis kemanusiaan.
(Kelvin Yurcel)





Komentar (0)