Netflix Rogoh Rp 10,53 Triliun untuk Akuisisi Startup AI Ben Affleck

katadata.co.id
1 hari lalu
Cover Berita

Netflix menggelontorkan dana US$ 587 juta atau Rp 10,53 triliun (kurs Rp 17.944 per dolar AS) untuk mengakuisisi startup kecerdasan buatan InterPositive. Ini merupakan perusahaan startup AI yang didirikan aktor dan sutradara Ben Affleck.

Berdasarkan laporan keuangan kuartal II 2026 yang disampaikan Netflix pada 17 Juli, akuisisi InterPositive telah rampung pada Maret. Seluruh operasional startup tersebut, termasuk tim yang hanya beranggotakan 16 orang, langsung diintegrasikan ke dalam bisnis Netflix.

Menurut laporan CryptoBriefing, nilai akuisisi itu membuat valuasi InterPositive mencapai sekitar US$ 36,7 juta atau sekitar Rp 658,54 miliar per karyawan. Angka tersebut tergolong tinggi bahkan di kalangan startup AI yang selama ini banyak didominasi perusahaan pengembang model bahasa besar atau large language model (LLM) maupun perangkat lunak perusahaan.

Berbeda dengan banyak startup AI generatif yang berfokus menciptakan gambar atau video dari perintah teks, InterPositive mengembangkan teknologi untuk mempercepat proses pascaproduksi film.

Sistem AI perusahaan itu dilatih menggunakan rekaman harian atau daily footage selama proses syuting. Teknologi tersebut dapat membantu memperbaiki adegan yang kurang, menyesuaikan pencahayaan yang tidak konsisten, mengoreksi kesalahan kontinuitas antar-adegan, hingga menyempurnakan efek visual.

Artinya, AI tidak digunakan untuk menggantikan proses pengambilan gambar maupun peran kru produksi. Sebaliknya, teknologi tersebut ditujukan untuk mengurangi waktu dan biaya pada tahap penyuntingan setelah proses syuting selesai.

Langkah Netflix mengintegrasikan penuh InterPositive menunjukkan perusahaan ingin menjadikan AI sebagai bagian dari rantai produksi konten. Ini berbeda dengan pendekatan yang hanya membeli lisensi perangkat lunak atau menggunakan layanan AI dari pihak ketiga.

Ben Affleck juga akan bergabung sebagai penasihat senior Netflix. Ia akan membantu mendorong pemanfaatan AI di kalangan kreator sekaligus mengawal penerapan teknologi tersebut dalam proses produksi konten perusahaan.

Perubahan Strategi Industri Hiburan Global

Akuisisi ini mencerminkan perubahan strategi industri hiburan global. Jika sebelumnya AI lebih banyak digunakan untuk mendukung rekomendasi konten kepada pelanggan atau personalisasi layanan streaming, kini teknologi tersebut mulai masuk ke tahap produksi film.

Bagi Netflix, investasi tersebut berpotensi memangkas waktu penyelesaian proyek sekaligus meningkatkan efisiensi biaya produksi. Proses seperti penyelarasan pencahayaan, perbaikan kontinuitas adegan, hingga penyempurnaan efek visual yang selama ini memerlukan waktu berminggu-minggu dapat dipercepat dengan bantuan AI.

Kesepakatan ini juga menunjukkan persaingan platform streaming mulai bergeser. Keunggulan tidak lagi hanya ditentukan oleh jumlah pelanggan atau banyaknya katalog film, tetapi juga kemampuan mengadopsi teknologi AI untuk menghasilkan konten secara lebih cepat dan efisien.

Struktur transaksi yang dilakukan sepenuhnya secara tunai tanpa skema pembayaran bertahap ataupun syarat pencapaian target tertentu menunjukkan Netflix memandang teknologi InterPositive sebagai investasi strategis jangka panjang. Perusahaan memilih menanamkan kemampuan AI langsung ke dalam operasionalnya daripada menjadikannya sekadar fitur tambahan.

 


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Madonna, BTS, Justin Bieber dan Shakira Meriahkan Final Piala Dunia 2026
• 21 jam lalu
0
thumb
PAM Jaya Beri Kompensasi hingga Rp 50.000 bagi Pelanggan Terdampak Gangguan Air
• 11 jam lalu
0
thumb
KPK Bawa 7 Orang yang Terjaring OTT Bupati Lombok Barat ke Jakarta
• 17 jam lalu
0
thumb
Cuaca Jawa Timur Diprakirakan Cerah Hari Ini, Wilayah Perairan Berawan
• 3 jam lalu
0
thumb
26 Pemain Masuk Pelatnas Timnas U20 di Yogyakarta
• 23 jam lalu
0
Berhasil disimpan.