YOGYAKARTA, KOMPAS.TV - Pebalap Moto3 asal Indonesia, Veda Ega Pratama, mengajak generasi penerus memaksimalkan fasilitas latihan yang ada saat belum adanya sirkuit balap berstandar internasional di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Pesan itu disampaikan Veda usai bertemu Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X di Kompleks Keraton Yogyakarta, Minggu (19/7/2026), menjelang persiapannya mengikuti putaran balap di Inggris, Spanyol, dan MotoGP Mandalika 2026.
Veda menyampaikan hal tersebut saat menanggapi harapan agar pembalap muda berikutnya tidak lagi harus berlatih dengan keterbatasan fasilitas seperti yang pernah ia alami.
"Kita maksimalkan yang ada saja," tegasnya.
DIY hingga kini belum memiliki sirkuit balap berstandar internasional. Menurut Sri Sultan Hamengkubuwono X, keinginan menghadirkan sirkuit balap di Yogyakarta memang ada. Tetapi pembangunan fasilitas tersebut perlu mempertimbangkan apakah dapat memenuhi standar internasional.
Baca Juga: MGPA: Jaga Momentum Veda Ega dan Mario Aji di Kejuaraan Dunia
"Ya maunya, tetapi apakah sirkuit tersebut akan memenuhi standar? Itu yang menjadi pertanyaan saya," ujar Sultan.
Selain menyampaikan pandangannya mengenai pembangunan sirkuit, Sri Sultan juga memberikan pesan kepada Veda dan pebalap Moto2, Mario Aji, menjelang kembali mengikuti balapan internasional.
Sultan meminta keduanya memiliki keyakinan saat menghadapi persaingan dan tidak merasa kalah sebelum bertanding.
"Kemantapan diri itu harus sudah ada untuk memenangkan pertandingan. Karena mereka yang menjadi juara pun pada waktu bertanding pasti memiliki kekhawatiran yang sama. Lantas, mengapa kita harus berkecil hati? Tentu tidak boleh," kata Sultan.
Penulis : Danang Suryo Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV
- Veda Ega Pratama
- Moto3
- Sri Sultan Hamengkubuwono X
- MotoGP Mandalika
- Mario Aji
- MotoGP






Komentar (0)