Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kekeringan menjadi jenis bencana paling dominan yang melanda berbagai daerah di Indonesia sepanjang periode 18-19 Juli 2026. Bencana ini meluas seiring meningkatnya intensitas musim kemarau.
"Masyarakat diimbau mengisi cadangan air saat pasokan masih tersedia, menggunakan air secara bijak, memperbaiki kebocoran saluran air, serta memanfaatkan kembali air yang masih layak digunakan," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan tertulisnya, dikutip dari Media Indonesia, Senin, 20 Juli 2026.
Baca Juga :
Kemarau Panjang, Sejumlah Wilayah di Cilegon Mulai Krisis Air BersihLaporan BNPB menunjukkan bencana kekeringan telah berdampak signifikan pada ribuan warga di Pulau Jawa. Di Jawa Timur, krisis air bersih melanda Kabupaten Jember yang terdampak pada 870 KK, serta Kabupaten Pasuruan yang melibatkan 615 KK.
BPBD setempat langsung mengerahkan truk tangki. Truk ini mendistribusikan pasokan air bersih.
Dampak yang tak kalah meluas terjadi di Jawa Tengah dan Jawa Barat. Di Kabupaten Klaten, sebanyak 10.688 warga di Kecamatan Kemalang kesulitan air bersih akibat menyusutnya debit air.
Kondisi serupa melanda Kabupaten Kudus, Boyolali, Banyumas, dan Pemalang. Sementara di Kabupaten Bogor, kekeringan meluas hingga 33 desa di 17 kecamatan dengan total 43.451 jiwa terdampak. Pemprov Jawa Barat pun menetapkan status darurat bencana kekeringan dan karhutla hingga 30 September 2026.
Sejumlah warga mengantre air bersih di Kota Cilegon, Banten. (ANTARA/HO-Polres Cilegon)
Selain kekeringan, BNPB mencatat serangkaian kejadian bencana dan musibah lain di Indonesia:
- Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla): Kebakaran lahan seluas empat hektare melanda Kabupaten Aceh Barat sejak Jumat, 17 Juli 2026, yang kini mayoritas lokasinya telah berhasil dipadamkan oleh tim gabungan.
- Banjir Bandang: Hujan deras memicu pendangkalan sungai dan banjir bandang di Nagari Sungai Batang, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, yang menimpa 90 KK dan memaksa 450 warga mengungsi.
- Konflik Sosial: Kerusuhan antarwarga terjadi di Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, NTT, yang mengakibatkan tiga orang meninggal dunia, tujuh luka-luka, serta puluhan bangunan rusak.
Atas eskalasi berbagai kejadian bencana ini, BNPB mengingatkan warga agar selalu siap siaga mengantisipasi potensi bencana alam lainnya, termasuk gempa bumi. Yakni, dengan menyiapkan tas siaga bencana serta rutin memantau pembaruan informasi dari BMKG, BNPB, dan BPBD.





Komentar (0)