Dari Pelosok Dusun Cikeusi untuk Pecinta Manis: Pesona Otentik Gula Si Geulis

kumparan.com
1 hari lalu
Cover Berita

Ke Sumedang cuma ingat tahu? Wah, kamu harus tahu rahasia yang satu ini! Sumedang ternyata punya sajian manis yang legitnya juara dan siap bikin lidah bergoyang.

Kenalan yuk dengan Gula Si Geulis, gula aren otentik yang diproduksi langsung oleh tangan-tangan terampil di Dusun Cikeusi, Desa Cinangsi. Penasaran seperti apa? Mari kita melipir sejenak dan intip keunikan dapur pembuatannya!

Racikan Tangan Dingin Bapak Tahyana

Manisnya Gula Si Geulis ini lahir dari ketelatenan Bapak Tahyana, seorang perajin gula aren lokal yang masih setia menjaga cara-cara tradisional. Dinamai "Si Geulis" (yang berarti si cantik dalam bahasa Sunda), gula aren ini memang secantik penampilannya yaitu berwarna cokelat gelap alami yang bersih, dengan aroma wangi nira yang khas dan menggugah selera.

Secara umum, proses pembuatan Gula Si Geulis ini mirip dengan pembuatan gula aren pada umumnya. Pak Tahyana harus menyadap air nira dari pohon aren, menyaringnya, lalu merebusnya di wajan raksasa di atas tungku kayu bakar selama berjam-jam hingga mengental dan siap dicetak.

Namun, yang bikin proses pembuatan Gula Si Geulis ini sangat menarik adalah "kamus istilah" lokal yang hanya bisa kamu temukan di dapur pembuatan gula aren mereka.

Dari "Dago" sampai "Kukurud": Istilah Unik yang Bikin Penasaran

Ini adalah sebutan lokal untuk adonan gula ketika air nira sudah sangat mengental dan teksturnya berubah mirip gulali. Di fase dago ini, wangi manisnya sedang kuat-kuatnya. Untuk rasa dan teksturnya sedikit mirip madu, hanya saja lebih kental.

Eits, jangan ngeri dulu! Ini bukan hewan pengisap darah, ya. Dalam istilah Pak Tahyana, pacet adalah sebutan untuk remahan atau serpihan gula aren yang tidak sengaja terlepas atau copot saat gula dikeluarkan dari cetakannya. Remahan kecil ini biasanya langsung ludes dicemilin.

Setelah semua adonan gula aren dituang ke cetakan, biasanya akan menyisakan kerak gula yang menempel di dinding-dinding wajan. Nah, kerak gula yang dikerok dari wajan inilah yang disebut dengan kukurud. Sensasi rasa manis berpadu dengan aroma gosong tipis khas kayu bakar membuat kukurud punya penggemar fanatiknya sendiri!

Warisan Manis yang Wajib Dijaga

Di tengah gempuran pemanis buatan dan gula rafinasi modern, apa yang dilakukan oleh Pak Tahyana dengan Gula Si Geulis-nya adalah sebuah dedikasi yang luar biasa. Gula aren asli seperti ini tidak hanya lebih sehat karena indeks glikemiknya yang lebih rendah, tapi juga membawa cita rasa autentik Nusantara yang tidak bisa digantikan oleh mesin pabrik.

Jadi, kalau kamu sedang jalan-jalan atau melipir ke arah Sumedang, jangan lupa mampir ke Dusun Cikeusi, Desa Cinangsi. Selain bisa bawa pulang Gula Si Geulis yang legit, siapa tahu kamu juga beruntung bisa mencicipi manisnya dago atau renyahnya kukurud langsung dari dapur Pak Tahyana!


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pencarian Korban KM Nurul Salsa Diperluas hingga Perairan NTB
• 9 jam lalu
0
thumb
Bareskrim ungkap korupsi pembiayaan PT PPA rugikan negara Rp38,9 M
• 11 jam lalu
0
thumb
Sebut Nama Allah, Menteri PU Dody Hanggodo Bersumpah Tak Terlibat Doxing Dosen UGM
• 9 jam lalu
0
thumb
Kemlu Selidiki Dugaan Penyanderaan Dua WNI di Myanmar dengan Tebusan Rp200 Juta
• 20 jam lalu
0
thumb
Tiga Babak Kehidupan Yani Panigoro Dirangkum dalam Buku Kala Bisnis Energi Dipimpin dengan Hati
• 17 jam lalu
0
Berhasil disimpan.