Menteri Singapura: Isu Negatif di Medsos Tak Cerminkan Hubungan dengan Indonesia

katadata.co.id
1 hari lalu
Cover Berita
Singapura - Pemerintah Singapura merespons munculnya isu negatif terhadap negara tersebut, terutama dari warganet Indonesia di media sosial. Menurut mereka, hubungan dua negara masih berada di jalur yang stabil.
 
Menteri Negara untuk Urusan Luar Negeri Singapura mengatakan hubungan Indonesia dan negaranya dibangun berdasarkan kepentingan jangka panjang, bukan karena sentimen tertentu.
 
"Tindakan berbicara lebih keras daripada kata-kata. Baik pemimpin Singapura maupun Indonesia selalu menunjukkan melalui tindakan mereka bahwa kita terus menjadi mitra strategis," kata Zhulkarnain dalam sesi wawancara bersama Katadata dan sejumlah media asal Indonesia di kantornya, Singapura, Kamis (16/7).
 
Menanggapi sentimen negatif di media sosial, Zhulkarnain mengingatkan agar publik tidak menganggap percakapan di dunia maya sebagai cerminan hubungan Indonesia dengan Singapura. "Dunia online bisa menjadi distraksi, bahkan bisa dipengaruhi oleh bot," ujarnya.
 
Zhulkarnain mengatakan, Singapura tidak mengambil kebijakan berdasarkan sentimen jangka pendek, melainkan kepentingan jangka panjang. Menurutnya, posisi Singapura sebagai salah satu investor terbesar di Indonesia serta banyaknya warga Negeri Singa yang bekerja di Indonesia menunjukkan eratnya hubungan kedua negara.
 
"Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, kami berharap Indonesia dan Singapura terus tumbuh," katanya.
 
Dia lalu merujuk pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong belum lama ini. Zhulkarnain mengatakan pertemuan tersebut menunjukkan komunikasi bilateral tetap berjalan baik. 
 
"Saya senang melihat para pemimpin kita kembali bertemu dan menegaskan bahwa kita akan terus melangkah bersama," katanya.
 
Hubungan Indonesia dan Singapura belakangan menghangat lantaran berbagai hal. Salah satunya usai media Singapura, The Straits Times menyitir sebuah artikel Bloomberg yang salah satu kutipannya menyinggung 'Sell Indonesia'. Warganet RI lalu merespons dengan memunculkan tagar 'Sell Singapore' di media sosial.
 
Isu hubungan kedua negara memanas usai muncul kabar manipulasi harga jual ekspor komoditas Indonesia melalui praktek under-invoicing dan transfer-pricing. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan sedang menyelidiki indikasi permainan yang ditengarai lewat Singapura.
 
Di tengah kabar memburuknya hubungan kedua negara, Prabowo bertemu Lawrence Wong di Istana Kepresidenan, Jakarta pada awal bulan ini. Usai pertemuan, Prabowo mengatakan bahwa kedua negara akan berkomitmen menyelesaikan setiap perbedaan dengan komunikasi yang terbuka.
 
"Kita sepakat bahwa kalau ada salah paham, kalau ada salah persepsi kita akan selesaikan sebagai sahabat dengan terbuka," kata Prabowo saat konferensi pers bersama Lawrence Wong di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (6/7).

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Perihal Eks Jampidsus Febrie, Pakar Hukum: Hukuman Berat untuk Kepastian Hukum
• 39 menit lalu
0
thumb
Gagasan Ekonomi Prabowo Dibukukan dalam "Prabowonomics"
• 15 jam lalu
0
thumb
Khianati Bos, Pria di Bantul Bawa Kabur Gerobak, Motor, Hingga Uang Hasil Penjualan Bakso
• 14 jam lalu
0
thumb
Mengenal Apa Itu Anxious Attachment Style Serta Penyebab, Tanda, dan Cara Mengatasinya
• 21 jam lalu
0
thumb
Syafrudin Budiman Kritik Pernyataan Hotman Paris, Minta Hormati Profesi Wartawan dan Insan Pers
• 21 jam lalu
0
Berhasil disimpan.