IHSG Berpotensi Menguat jelang RDG BI, Rekomendasi Cuan SAham ICBP hingga BSDE

bisnis.com
1 hari lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) dinilai bakal menguji level 6.190—6.381 pada perdagangan 20—24 Juli 2026. Sejalan dengan itu, sejumlah saham seperti ICBP, EMTK, hingga BSDE diprediksi bakal mengalami kenaikan pada perdagangan pekan ini.

Equity Analyst Indo Premier Sekuritas (IPOT) Imam Gunadi, menilai pada perdagangan 20—24 Juli 2026, pasar masih bakal bergerak dengan katalis makroekonomi yang relatif terbatas, sehingga fokus investor dinilai bakal bergeser ke musim laporan keuangan emiten.

Selain itu, perhatian pasar juga dinilai bakal tertuju pada keputusan suku bunga BI, pertumbuhan kredit perbankan, dan data M2 Money Supply yang dinilai bakal memberikan gambaran mengenai kondisi likuiditas dan aktivitas ekonomi dalam negeri.

Selain itu, dari eksternal, investor dinilai bakal mencermati data ADP Employment Change, EIA Crude Oil Stocks, Intial Jobless Claims, Fed Balance Sheet, dan S&P Global Flash PMI.

“Hasil kinerja perusahaan diperkirakan akan menjadi penentu utama arah rotasi sektor maupun keberlanjutan aliran dana ke pasar saham domestik,“ katanya dalam keterangan resmi, Senin (20/7/2026).

Baca Juga : IHSG Potensi Uji Level 6.200-6.381, Pasar Soroti Arah BI Rate

Menurutnya, IHSG kini berada pada area yang krusial karena berhadapan langsung dengan resistance di level 6.190. Area ini yang bakal menjadi penentu arah IHSG selanjutnya. Jika IHSG mampu bertahan di atas level support MA5, maka peluang kenaikan lanjutan dinilai tetap terbuka.

Skenario bullish akan semakin terkonfirmasi jika IHSG mampu menembus dan bertahan di atas resistance MA50 pada level 6.190. Breakout tersebut berpotensi menjadi sinyal awal perubahan tren jangka pendek, dan membuka ruang penguatan pada level 6.190 dan 6.381.

Sebaliknya, jika IHSG gagal menembus level 6.190, terdapat potensi terjadinya aksi profit taking setelah reli dalam beberapa hari terakhir. Dalam skenario ini, IPOT menilai level support bakal berada pada area 6.085 dan 5.987.

”Selama IHSG masih bergerak di bawah MA50, tren jangka menengah masih dapat dikatakan bearish, sehingga potensi rejection di area 6.190 tetap perlu diwaspadai,” katanya.

Di tengah kondisi ini, IPOT merekomendasikan saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP), PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK), dan PT Bumi Serpong Damai Tbk. (BSDE).

ICBP direkomendasikan pada level beli Rp6.850, target harga Rp7.300, dan stop loss pada area kurang dari Rp6.625. Menurutnya, secara teknikal ICBP mampu menembus MA50 yang selama beberapa bulan terakhir menjadi resistance dinamis.

Secara fundamental, ICBP juga dinilai didukung oleh prospek perbaikan margin seiring normalisasi harga beberapa bahan baku utama. Dia memberikan contoh harga gandum global yang bergerak lebih murah dibandingkan 2022 dan harga CPO yang lebih stabil saat ini.

”Kondisi tersebut berpotensi menjaga biaya produksi dan mendukung profitabilitas perseroan pada semester II 2026,” katanya.

Analis juga merekomendasikan buy EMTK pada level Rp535, target harga Rp585, dan stop loss pada area kurang dari Rp510 per saham. Secara teknikal, EMTK dinilai mulai menunjukkan perbaikan momentum setelah berhasil membentuk pola higher low dalam beberapa pekan terakhir.

Saham BSDE juga direkomendasikan buy pada level Rp575, target harga Rp625, dan stop loss pada area kurang dari Rp550 per saham. Saham BSDE dinilai mulai menunjukkan perbaikan struktur harga selepas berhasil keluar dari fase konsolidasi dalam beberapa pekan terakhir.

”Dari sisi fundamental, BSDE berpotensi memperoleh sentimen positif dari melandainya tekanan inflasi di Amerika Serikat. Data tersebut meningkatkan optimisme bahwa tekanan inflasi global mulai mereda sehingga membuka ruang bagi bank sentral, termasuk Bank Indonesia, untuk mengadopsi kebijakan moneter yang lebih akomodatif,” katanya.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Geger Pria Depok Tantang Bocah Makan Cabai hingga Masuk Freezer
• 4 jam lalu
0
thumb
Imigrasi Papua Barat perluas edukasi cegah kejahatan transnasional
• 20 jam lalu
0
thumb
UNISKA Kediri Lepas 680 Mahasiswa KKNT 2026, Perkuat Desa Binaan dan Kolaborasi Pembangunan Berkelanjutan
• 10 jam lalu
0
thumb
Feri Tua Membawa 133 Orang Terbalik di Pantai Atlantik, 66 Orang Masih Hilang
• 9 jam lalu
0
thumb
Nobar Final Piala Dunia 2026 di Denpasar Dongkrak Penjualan UMKM
• 15 jam lalu
0
Berhasil disimpan.