JAKARTA, KOMPAS.com - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menetapkan logo resmi Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang merupakan karya M Shofa Ulum Azmi, alumnus Pondok Pesantren Langitan, Tuban, Jawa Timur.
Sekretaris Panitia Pelaksana Muktamar ke-35 NU, H Amin Said Husni mengatakan, logo tersebut ditetapkan berdasarkan hasil rapat koordinasi yang berlangsung di Aula Kantor Pusat Ponpes Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang.
"Salah satu keputusan penting yang dihasilkan dalam pertemuan tersebut adalah penetapan logo resmi dan tema untuk Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama," kata Amin dalam keterangan pers, Senin (20/7/2026).
Baca juga: PBNU Tetapkan Logo Muktamar Ke-35 NU Karya Alumnus Langitan
Penetapan logo tersebut menjadi bagian penting dari persiapan forum permusyawaratan tertinggi NU sekaligus memperpanjang jejak kontribusi Pondok Pesantren Langitan dalam melahirkan ulama dan kader yang berkhidmah untuk organisasi sejak sebelum NU berdiri hingga memasuki abad kedua.
Wakil Sekretaris Jenderal PBNU KH Ma'shum Faqih menilai, terpilihnya logo tersebut menjadi bukti Ponpes Langitan terus memberikan kontribusi nyata bagi NU.
Menurutnya, pengabdian kepada NU tidak selalu diwujudkan melalui jabatan struktural, tetapi juga melalui karya, pemikiran, inovasi, dan kreativitas yang bermanfaat bagi organisasi.
"Khidmah kepada NU tidak selalu diwujudkan melalui jabatan. Karya, pemikiran, inovasi, dan kreativitas yang membawa manfaat bagi organisasi juga merupakan bagian dari pengabdian," ujar Ma'shum Faqih.
Baca juga: Jelang Muktamar ke-35 NU, Gus Ipul Sebut Sejumlah Nama dalam Bursa Calon Ketum PBNU, Siapa Saja?
Penghasil karya logo, M Shofa Ulum Azmi mengungkapkan desainnya berawal dari sebuah sketsa sederhana yang kemudian berkembang menjadi simbol harmoni kepemimpinan di lingkungan NU.
"Logo ini berawal dari sketsa kasar yang kemudian membentuk dua lingkaran sebagai konstruksi utamanya. Saya memaknai dua lingkaran itu sebagai simbol Syuriah dan Tanfidziyah yang berjalan selaras dalam mengemban khidmah Nahdlatul Ulama," ujar Shofa.
Shofa menjelaskan, logo tersebut menggambarkan hubungan yang saling menguatkan, layaknya sosok ayah dan anak.
"Desain itu diselesaikan hanya dalam satu malam sebelum melalui sejumlah tahap penyempurnaan," ucap dia.
Muktamar NUDiketahui, Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama dijadwalkan berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada 27–31 Agustus 2026.
Menjelang pelaksanaan, PBNU masih melakukan verifikasi terhadap peserta yang memiliki hak suara dalam forum tersebut.
Selain memilih kepengurusan baru, Muktamar ke-35 NU juga akan membahas berbagai agenda strategis, mulai dari penyusunan roadmap organisasi untuk 25 tahun ke depan, penguatan nilai-nilai keulamaan, pengembangan sistem kaderisasi, transformasi digital, hingga penguatan ekonomi warga Nahdliyin.
Forum tersebut juga menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penentuan arah kebijakan NU untuk lima tahun mendatang.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang





Komentar (0)