IHSG Diramal Naik Awal Pekan Ini, Saham AMRT, BUMI hingga JSMR Jadi Rekomendasi

katadata.co.id
20 jam lalu
Cover Berita

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diramal naik pada perdagangan hari ini, Senin (20/7). Seiring dengan itu, analis merekomendasikan saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Bumi Resources Tbk (BUMI) HINGGA PT Jasa Marga Tbk (JSMR).

Analis BinaArtha Sekuritas Ivan Rosanova mengatakan IHSG berpeluang naik pada perdagangan hari ini. Menurut dia, indeks semakin mendekati resistance fibonacci di level 6.264. IHSG menutup pekan lalu dengan kenaikan 1,10% ke Rp 6.175.

Ivan menilai, kenaikan menuju level 6.377 dapat terjadi jika penutupan harian berada di atas level 6.264. Namun, IHSG masih bisa kembali ke level 6.000 jika mulai turun di bawah support minor Rp 6.125 

“Indikator MACD menunjukkan sinyal bullish,” kata Ivan dalam keterangan dikutip Senin (20/7). 

Adapun level support IHSG berada di level 6.061, 5.978, 5.887 dan 5.739, sementara level resistance di level 6.264, 6.377, 6.545 dan 6.835.

Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena peningkatan pembelian.

Sedangkan resistance adalah tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar sehingga laju kenaikan harga tertahan.

MACD adalah alat analis teknikal yang digunakan untuk melihat tren dan kekuatan momentum pergerakan saham.

Ivan pun merekomendasikan saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) dengan target harga Rp 1.480 dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan target harga Rp 6.750 untuk perdagangan hari ini, 

Selanjutnya, ia merekomendasikan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) dengan target harga Rp 3.410 dan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) Rp 550 serta PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) Rp 1.775.

Sementara itu, Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta juga menilai, IHSG secara teknikal bakal menguat setelah terus mengalami reli penguatan melampaui MA20. Berdasarkan indikator, Stochastics KD dan RSI menunjukkan sinyal positif, namun volume menurun.

Jika melihat data dalam beberapa waktu ke belakang, investor asing sempat melakukan net sell masif yang cukup menekan IHSG sepanjang paruh pertama tahun ini. 

Masuknya dana jumbo sebesar Rp 725,11 miliar khusus di pasar reguler, menunjukkan adanya perubahan sentimen dari risk-off menjadi risk-on terhadap pasar ekuitas Indonesia. 

Adapun sektor perbankan, infrastruktur, serta komoditas diperkirakan tetap menjadi motor penggerak indeks apabila arus dana masuk ke pasar ekuitas masih berlanjut.

Penegasan kembali peringkat kredit Indonesia oleh S&P pada pekan lalu masih menjadi sentimen positif bagi persepsi investor terhadap fundamental ekonomi Indonesia. 

Para pelaku investor juga mulai mengantisipasi agenda penting pekan ini, seperti RDG Bank Indonesia (BI), rilis PMI global, keputusan suku bunga ECB, serta perkembangan konflik geopolitik Timur Tengah yang masih dapat memengaruhi harga minyak dan sentimen pasar global.

Nafan merekomendasikan saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Jasa Marga Tbk (JSMR) dan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO).


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Garudayaksa FC Pastikan Berkandang di Stadion Pakansari untuk Mengarungi Super League 2026/2027
• 10 jam lalu
0
thumb
Stadion Pakansari Tetap Jadi Markas Garudayaksa FC untuk Super League 2026/2027
• 7 jam lalu
0
thumb
ALII dan KKGI Siap Bayar Dividen ke Pemegang Saham Hari Ini
• 22 jam lalu
0
thumb
Awal Mula Pria di Depok Challenge Bocah Makan Cabai dan Masuk Freezer
• 7 jam lalu
0
thumb
Hasil Undian China Open 2026: 12 Wakil Indonesia Bersiap, Fajar/Fikri Bawa Modal Juara dari Jepang
• 9 jam lalu
0
Berhasil disimpan.