Teheran: Organisasi Energi Atom Iran mengatakan bahwa Amerika Serikat telah menyerang pembangkit listrik tenaga nuklir Darkhovin yang masih dalam tahap pembangunan di wilayah barat daya Iran pada Minggu, 19 Juli 2026.
Melalui pernyataan yang diunggah di platform media sosial X dan dikutip Anadolu Agency, lembaga tersebut menyebut serangan terhadap fasilitas nuklir yang digunakan untuk tujuan damai dan berada di bawah pengawasan internasional merupakan pelanggaran yang jelas terhadap hukum internasional.
Organisasi Energi Atom Iran tidak mengungkapkan rincian mengenai tingkat kerusakan yang mungkin ditimbulkan akibat serangan tersebut.
Pernyataan itu disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan setelah Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Iran.
Sebagai balasan, Teheran menyerang sejumlah fasilitas dan pangkalan yang disebut digunakan oleh militer Amerika Serikat di beberapa negara di kawasan.
Aksi saling serang antara Washington dan Teheran berlangsung meski kedua negara sebelumnya menandatangani nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan pada Juni lalu dengan tujuan mengakhiri perang dan mencapai perjanjian damai yang bersifat permanen.
Baca juga: AS Kerahkan Pesawat Jet Tempur F-35 dan F-16 di Tengah Eskalasi Konflik Iran





Komentar (0)