Asap tebal dilaporkan membumbung tinggi di wilayah Lebanon Selatan setelah militer Israel melakukan ledakan skala besar di Kota Kfar Tebnit. Penghancuran ini memicu kepanikan warga di tengah kerapuhnya kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat.
Media lokal melaporkan ledakan besar tersebut menghancurkan sejumlah rumah dan fasilitas warga menyusul dua ledakan serupa yang dilakukan pasukan Israel sehari sebelumnya. Hingga kini militer Israel belum memberikan komentar resmi namun menyatakan operasi di Lebanon Selatan akan terus berjalan untuk menghalau segala ancaman.
Baca Juga :
COPAS JUDUL LINK DISINIKementerian Kesehatan Lebanon mencatat korban akibat serangan Israel sejak awal Maret kini telah mencapai lebih dari 4.000 jiwa tewas. Situasi ini kian memanas setelah kelompok Hizbullah menolak keras perjanjian penarikan pasukan bersyarat yang ditandatangani Juni lalu.
Mereka menilai kesepakatan perlucutan senjata tersebut sebagai bentuk penghinaan dan peringatan potensi terjadinya perang saudara jika hal tersebut dipaksakan.





Komentar (0)