Perguruan Tinggi Didorong Perkuat Kapasitas Riset dan Kolaborasi

metrotvnews.com
22 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mendorong perguruan tinggi memanfaatkan berbagai program riset dan pengembangan yang disiapkan pemerintah. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas riset, memperluas kolaborasi, serta mendorong lahirnya inovasi yang berdampak bagi pembangunan nasional.

Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek, Fauzan Adziman, saat menghadiri Diskusi Ekosistem Riset dan Pengembangan bersama perguruan tinggi negeri dan swasta di Gedung Technopreneur, Politeknik Negeri Batam, Jumat, 17 Juli 2026.

Fauzan menjelaskan penguatan ekosistem riset nasional dilakukan melalui dua strategi utama. Selain meningkatkan kapasitas riset di perguruan tinggi yang masih berkembang, pemerintah terus memperkuat riset-riset strategis yang diarahkan untuk menjawab berbagai persoalan nasional.

"Kita ingin meningkatkan rata-rata kapasitas riset nasional. Karena itu, kesempatan tidak hanya diberikan kepada perguruan tinggi yang selama ini sudah kuat, tetapi juga kepada perguruan tinggi dan dosen yang baru mulai membangun budaya riset," kata Fauzan dikutip pada Minggu, 19 Juli 2026.


(Ilustrasi mahasiswa. Foto- Freepik)

Baca Juga :

Mensesneg: Pemerintah Naikan Dana Riset Kampus Jadi 12 Triliun
Menurut Fauzan, pemerintah terus memperluas dukungan pendanaan riset melalui berbagai skema, baik dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun hasil sinergi dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Sejumlah program yang saat ini dibuka antara lain Program Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat (Kosabangsa), Program Hilirisasi Riset Sinergi Batch II dan Dorongan Teknologi, Program Hackathon Deeptech, serta Program Riset Kemitraan Internasional.

Selain dukungan pendanaan, Ditjen Risbang mendorong perguruan tinggi untuk memperkuat kemitraan dengan dunia industri, pemerintah daerah, dan berbagai mitra internasional.

"Kolaborasi tersebut penting untuk mempercepat hilirisasi hasil penelitian, sehingga dapat dimanfaatkan secara lebih luas sekaligus meningkatkan daya saing perguruan tinggi Indonesia," ujar Fauzan.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Komunitas Adat Lipu Tanga Sesea Menanti Pengakuan
• 12 jam lalu
0
thumb
Hotman Paris Juga Minta Maaf ke Presiden hingga Kapolri 
• 2 jam lalu
0
thumb
Hasil Babak Pertama Final Piala Dunia 2026: Aksi Jual Beli Serangan Argentina Vs Spanyol Berakhir Imbang Tanpa Gol
• 18 jam lalu
0
thumb
Sempat Kabur, 1 Pelaku yang Jambret Nenek di CFD Rasuna Said Jaksel Ditangkap
• 8 jam lalu
0
thumb
Prabowo: Lebih dari 108 Masalah Diselesaikan dalam 18 Bulan, Ini Prestasi
• 5 jam lalu
0
Berhasil disimpan.