Bisnis.com, JAKARTA – Tren kenaikan harga oli kendaraan dilaporkan meluas ke sejumlah daerah dalam beberapa waktu terakhir, memaksa produsen melakukan penyesuaian harga jual di pasaran.
Kondisi tersebut mendorong konsumen untuk lebih cermat menyiasati anggaran perawatan kendaraan dengan mencermati daftar harga terbaru dari sejumlah merek populer seperti Pertamina Fastron, Pertamina Enduro, Shell Helix, hingga Shell Advance.
Berdasarkan data yang dihimpun dari berbagai sumber, fluktuasi harga ini dipicu oleh tekanan rantai pasok global. Sejumlah pemilik bengkel dan pelaku usaha suku cadang menyebut kenaikan harga oli dipengaruhi oleh meningkatnya biaya produksi pelumas, kenaikan harga bahan baku (base oil dan aditif), menguatnya dolar Amerika Serikat (AS), serta meningkatnya biaya distribusi dan logistik. Komponen-komponen biaya tersebut secara kumulatif menekan margin profitabilitas produsen pelumas domestik maupun internasional.
Memasuki periode kuartal ini, penyesuaian harga sudah mulai tercermin pada lini produk pelumas di pasar retail. Untuk segmen kendaraan roda empat bensin dan diesel, lini produk Pertamina Fastron menunjukkan variasi harga yang cukup kompetitif di kelasnya.
Varian Pertamina Fastron Techno SAE 10W-40 ukuran 1 liter kini dipasarkan di kisaran Rp94.000, sedangkan untuk SAE 20W-50 dilepas dengan harga Rp67.000 per liter. Pelumas premium Pertamina Fastron Gold SAE 5W-30 dibanderol sekitar Rp150.000 per liter.
Bagi pengguna kendaraan diesel, varian Fastron Diesel SAE 15W-40 berada pada rentang Rp67.900 hingga Rp104.000 per liter tergantung kebijakan toko retail, sedangkan kemasan galon 4 liter berada di kisaran Rp198.000 sampai Rp329.499.
Baca Juga
- Harga Oli Kendaraan Naik, Begini Cara Mengetahui Produk Asli atau Palsu
- Olise Kalahkan Rekor Assist Pele di Piala Dunia
- Meniti Jalan IKN Menjadi Ibu Kota Politik RI pada 2028
Beralih ke segmen roda dua, lini Pertamina Enduro menyajikan tarif yang disesuaikan dengan kebutuhan motor matik maupun manual. Varian populer Enduro Matic-G 20W-40 (0,8 Liter) dijual seharga Rp57.000, disusul Enduro Matic S 10W-30 di rentang Rp70.000 hingga Rp72.578.
Sementara itu, Enduro Matic V Full Synthetic 10W-40 (1 Liter) yang direkomendasikan untuk segmen maxi skuter dibanderol pada kisaran Rp74.000 hingga Rp87.500. Bagi pengendara motor manual, varian legendaris Enduro 4T 20W-50 ditawarkan Rp50.500, sementara tipe Enduro 4T Racing 10W-40 berada di angka Rp74.500.
Di sisi lain, produmas global asal Belanda, Shell, juga memberlakukan banderol harga baru untuk segmen mobil (Shell Helix) dan motor (Shell Advance). Untuk kendaraan roda empat, varian Shell Helix HX6 SAE 10W-40 dipatok Rp115.000 per liter dan Shell Helix HX7 SAE 5W-40 seharga Rp152.000 per liter.
Varian tertinggi Shell Helix Ultra SAE 5W-30 kini menyentuh Rp210.000 per liter, sedangkan bagi segmen kendaraan ramah lingkungan, Shell Helix ECO Plus LCGC 5W-30 (3 Liter) ditawarkan pada kisaran Rp229.900.
Pada kategori roda dua, kenaikan cukup terasa pada Shell Advance AX7 Scooter 10W-30 / 10W-40 (0,8 Liter) yang kini menembus Rp93.000, atau mengalami kenaikan sekitar Rp8.000 dari bulan sebelumnya. Untuk varian Shell Advance AX5 Scooter 20W-40 / 10W-30 dihargai Rp75.000, sedangkan varian premium Shell Advance Ultra Scooter 5W-40 (1 Liter) dijual di kisaran Rp136.901.
Daftar harga tersebut menjadi referensi penting. Namun, angka realisasi di lapangan bisa sedikit bervariasi bergantung pada kebijakan bengkel lokal atau promo platform e-commerce tempat Anda membeli produk tersebut.






Komentar (0)