Yusril Nilai Pendidikan Etika Sejak Dini Kunci Berantas Korupsi

suarasurabaya.net
23 jam lalu
Cover Berita

Yusril Ihza Mahendra Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) menilai pendidikan etika sejak usia dini menjadi kunci untuk membangun generasi berintegritas dan mencegah praktik korupsi di masa depan.

Menurut Yusril, upaya membangun negara yang bebas dari korupsi, manipulasi, dan suap tidak bisa dicapai dalam waktu singkat. Karena itu, penanaman nilai moral dan etika harus dilakukan secara berkelanjutan melalui pendidikan.

“Saya mengatakan mungkin perlu satu dua generasi untuk menanamkan persoalan ini,” kata Yusril saat meresmikan Cetiya Tian Shi Hua Guan Di Jing Se di Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara, Minggu (19/7/2026) yang dikutip Antara.

Yusril mengatakan, pembangunan karakter harus dimulai sejak anak-anak. Sekolah, kata dia, perlu menjadi ruang untuk menanamkan etika sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

“Kita harus mulai dari pendidikan dari kecil, dari sekolah-sekolah kita berikan satu pengajaran etik yang kokoh untuk kita melahirkan generasi masa depan yang patuh kepada etik, patuh pada hukum bukan karena takut sama polisi, sama jaksa, sama KPK, tapi dia takut pada hati nuraninya sendiri,” ujarnya.

Ia menilai kesadaran moral tidak cukup dibangun hanya melalui konstitusi atau berbagai peraturan perundang-undangan. Hukum akan lebih efektif jika ditopang oleh masyarakat yang memiliki integritas dan kesadaran etika.

Yusril juga menekankan pentingnya nilai-nilai moral yang diajarkan agama dalam membentuk karakter individu. Menurutnya, nilai tersebut dapat menjadi benteng terhadap perilaku koruptif.

Sebelumnya, Yusril juga menyebut Indonesia sudah memiliki perangkat hukum dan lembaga penegak hukum yang relatif lengkap untuk memberantas korupsi. Namun, tantangan terbesar pemberantasan korupsi justru berada pada lemahnya kesadaran etika dan moral dalam kehidupan bermasyarakat.

“Pembangunan kesadaran moral itu tidak bisa dibangun dengan konstitusi, dengan undang-undang. Yang harus dibangun adalah fondasi etik yang kuat,” tutur Yusril. (ant/bil/ham)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Final Piala Dunia 2026 Tetap Pakai Konser Musik, FIFA Pastikan Durasinya Tak Ganggu Pertandingan ‎
• 22 jam lalu
0
thumb
Pertamina Didorong Optimalkan Blok Masela demi Ketahanan Energi Nasional
• 1 jam lalu
0
thumb
Intip Keseruan Half Time Show Final Piala Dunia 2026: BTS Hingga Shakira Guncang Kebosanan Laga Argentina Vs Spanyol
• 16 jam lalu
0
thumb
Scroll Terus, Tapi Sulit Fokus: Fenomena Brain Rot di Era Digital
• 20 jam lalu
0
thumb
Beri Edukasi Soal Pemicu Asam Urat, dr. Ngabila: Jauhi BENJOL
• 9 menit lalu
0
Berhasil disimpan.