PLN Jaga Keberlanjutan Bisnis Lewat Optimalisasi Pengelolaan Trafo

bisnis.com
1 hari lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN mengoptimalkan pendekatan pengelolaan transformator atau trafo dari sekadar menjaga umur teknis aset menjadi upaya memaksimalkan nilai dan pendapatan yang dihasilkan aset tersebut bagi keberlanjutan bisnis perusahaan.

EVP Manajemen Aset dan Sistem Manajemen Terintegrasi PLN Tri Hardimasyar mengatakan transformator merupakan aset kritikal yang menentukan keberlangsungan penyaluran listrik kepada pelanggan dan masyarakat.

Gangguan pada satu unit transformator dapat berdampak luas terhadap keandalan sistem kelistrikan, kualitas layanan pelanggan, hingga aktivitas ekonomi.

Karena itu, PLN menilai pengelolaan transformator tidak lagi cukup mengandalkan pendekatan perbaikan setelah terjadi kerusakan maupun pemeliharaan berbasis waktu.

Menurutnya, praktik global telah bergerak menuju penerapan asset management yang mengintegrasikan aspek risiko, biaya, dan kinerja aset sepanjang siklus hidupnya.

“Dalam perspektif asset management, keberhasilan aset bukan diukur dari usia aset yang panjang semata, tetapi bagaimana aset itu memberikan value, memberikan revenue bagi perusahaan,” ujarnya dalam sambutan pada acara Seminar dan Mini Exhibition yang diselenggarakan PT Wismatata Eltrajaya (WEJ) di Cikarang, dikutip Minggu (19/7/2026).

Baca Juga

  • APLN Gaet Perusahaan Properti Jepang Hankyu Hanshin Perkuat Proyek Bukit Podomoro
  • Cara Tambah Daya PLN Diskon 50% untuk Pelanggan Prabayar & Pascabayar
  • PLN Targetkan Bangun Pembangkit Listrik 2,74 GW di Bali hingga 2034

Tri menjelaskan, aset yang berumur panjang tetapi sering mengalami gangguan tetap berisiko menurunkan pendapatan perusahaan. Oleh sebab itu, tujuan utama pengelolaan aset saat ini adalah menciptakan nilai ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan finansial perusahaan.

Sejalan dengan strategi tersebut, PLN mulai mendorong pengambilan keputusan berbasis data dan analisis risiko dalam pengelolaan transformator. Pendekatan itu mencakup pemilihan teknologi transformator, sistem monitoring online, proteksi kebakaran, pengelolaan kondisi on load tap changer (OLTC), pengujian diagnostik, hingga strategi refurbishment dan replacement.

Tri menilai pemanfaatan teknologi menjadi faktor penting untuk memastikan setiap investasi aset memberikan hasil optimal. Menurut Tri, implementasi berbagai teknologi tersebut tidak hanya meningkatkan keandalan transformator, tetapi juga membantu perusahaan menekan biaya operasi, memperpanjang umur ekonomis aset, serta meningkatkan efektivitas investasi.

Strategi pengelolaan aset tersebut dinilai semakin penting di tengah meningkatnya kebutuhan listrik nasional, penetrasi energi baru terbarukan, digitalisasi sistem ketenagalistrikan, dan tuntutan efisiensi yang semakin tinggi.

Dalam kondisi tersebut, aset dan teknologi menjadi fondasi utama agar setiap aset mampu memberikan manfaat optimal bagi perusahaan maupun pelanggan.

“Kami berharap inovasi yang berkembang di tingkat global dapat segera diimplementasikan sehingga pengelolaan aset ketenagalistrikan menjadi semakin andal, aman, efisien, dan berkelanjutan,” kata Tri.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Gelora Bung Karno Akan Didesain Ulang, Mensesneg: Terutama Area Olahraga dan Komersial
• 6 jam lalu
0
thumb
Pendaftaran Magang Nasional Pakai Sistem Biometrik, Menaker Pastikan Bebas Calo
• 6 jam lalu
0
thumb
Begini Kronologi Hotman Paris Keceplosan Ucap 'Lu Punya Otak Nggak Sih' ke Wartawan Sampai-sampai Viral di Medsos
• 13 jam lalu
0
thumb
BMKG: Waspada Hujan Lebat Intai Sumatra Utara, Picu Banjir dan Longsor
• 1 jam lalu
0
thumb
Pabrik Dupa di Kampung Bayur Tangerang Kebakaran, 50 Personel Damkar Dikerahkan
• 5 jam lalu
0
Berhasil disimpan.