JAKARTA, KOMPAS.com - Keluarga Azis Suraji di Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat, diteror tetangganya selama dua tahun.
Polres Metro Depok menjelaskan, peristiwa itu dipicu terduga pelaku tidak terima ditegur korban karena memutar musik dengan suara keras.
"Awalnya terlapor (terduga pelaku) mengata-ngatai dengan kata-kata kasar dan betul menurut keterangan salah satunya karena setel musik kencang kemudian ditegur dan terlapor tidak terima," ucap Kasi Humas Polres Metro Depok AKP Hendra saat dihubungi, Minggu (19/7/2026).
Baca juga: Viral Satu Keluarga di Depok Diteror dan Diintimidasi Tetangga, Rumah Juga Dirusak
Hendra menjelaskan, perselisihan antara keluarga Azis dan terlapor telah berlangsung selama dua tahun.
Persoalan tersebut sempat dimediasi oleh pengurus lingkungan setempat.
"Sudah dimediasi untuk berdamai kedua belah pihak dan dibuatkan surat pernyataan kedua belah pihak oleh Bhabinkamtibmas dan RT dan RW setempat," jelas Hendra.
Namun, perselisihan kembali memanas hingga mencapai puncaknya pada 15 Juli 2026.
Di hari itu, tetangga Azis merusak pagar rumah korban sehingga korban melapor ke polisi.
"Korban sudah melapor di Polres Metro Depok. Tentang perusakan, Satuan Reskrim telah melakukan cek TKP dan pemeriksaan sebanyak lima orang," ungkap Hendra.
Penyidik Polres Metro Depok menjadwalkan pemanggilan terhadap terduga pelaku pada Senin (20/7/2026) untuk dimintai keterangan.
Sebelumnya diberitakan, rekaman kamera pengawas (CCTV) yang diunggah akun instagram @ashy.faaa, memperlihatkan seorang pria yang diduga merupakan tetangga korban melempar helm ke arah rumah korban di kawasan Pancoran Mas, Depok.
Sebelum melakukan pelemparan, pria tersebut terlihat mondar-mandir di depan rumah korban.
Tak lama kemudian, pria itu melempar sebuah helm ke arah rumah korban. Aksinya sempat ditahan dan dilerai oleh sejumlah warga di sekitar lokasi.
Dalam keterangan di akun @ashy.faaa, ia mengaku keluarganya mendapatkan ancaman, intimidasi, hingga perusakan properti oleh tetangganya sendiri.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Komentar (0)