VIVA – Final Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Spanyol vs Argentina di New York New Jersey Stadium, Amerika Serikat, pada Senin 20 Juli 2026 dini hari WIB bukan hanya menjadi perebutan trofi juara dunia.
Argentina datang ke partai puncak dengan status juara bertahan setelah menjuarai Piala Dunia 2022 di Qatar. Sementara Spanyol berusaha mengakhiri penantian selama 16 tahun sejak terakhir kali mengangkat trofi pada edisi 2010.
Selain menentukan siapa yang menjadi kampiun dunia, pertandingan ini juga bisa mengubah catatan sejarah Piala Dunia melalui sederet pencapaian yang berpotensi tercipta.
1. Lionel Messi Berpeluang Menjadi Kapten Pertama yang Mengangkat Trofi Piala Dunia Dua Kali
- REUTERS/Hannah Mckay
Lionel Messi kembali memimpin Argentina hingga ke partai final setelah membawa negaranya menjadi juara pada edisi 2022.
Apabila kembali mengangkat trofi sebagai kapten tim, Messi akan mencatatkan sejarah baru dengan menjadi kapten pertama yang sukses membawa negaranya meraih dua gelar Piala Dunia.
2. Argentina Mengincar Gelar Piala Dunia Keempat
Trofi di final nanti juga akan menjadi gelar Piala Dunia keempat bagi Argentina apabila mampu mengalahkan Spanyol.
Tambahan satu gelar akan semakin mendekatkan Albiceleste dengan koleksi empat trofi milik Jerman dan Italia, sekaligus memperkuat posisi mereka sebagai salah satu negara tersukses dalam sejarah Piala Dunia.
3. Spanyol Berpeluang Meraih Gelar Dunia Kedua
- ESPN
Di kubu seberang, Spanyol datang dengan ambisi mengembalikan kejayaan yang terakhir mereka rasakan pada Piala Dunia 2010.
Apabila berhasil menundukkan Argentina, La Roja akan mengoleksi dua gelar Piala Dunia dan bergabung dengan negara-negara yang telah meraih lebih dari satu trofi juara dunia.
4. Argentina Berpeluang Memutus 'Kutukan' 64 Tahun Juara Bertahan Piala Dunia
Jika berhasil mengalahkan Spanyol di partai final, Argentina tidak hanya akan menjadi negara ketiga yang sukses mempertahankan gelar Piala Dunia, tetapi juga berpeluang memutus "kutukan" 64 tahun yang menghantui para juara bertahan.
Sejak Italia menjadi kampiun secara beruntun pada edisi 1934 dan 1938, serta Brasil di edisi 1958 dan 1962, belum ada lagi negara yang mampu mempertahankan trofi Piala Dunia. Italia, Jerman, hingga Prancis selalu gagal mengulang kesuksesan mereka sebagai juara bertahan.






Komentar (0)