Disdik Semarang Evaluasi Penyebab SD Negeri Kekurangan Siswa

metrotvnews.com
1 hari lalu
Cover Berita

Semarang: Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang bakal mengevaluasi penyebab sejumlah sekolah dasar (SD) negeri kekurangan siswa pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ini. Kepala Disdik Kota Semarang M Ahsan mengatakan kondisi tersebut dipengaruhi berbagai faktor yang cukup kompleks.

Berdasarkan penelusuran data, jumlah lulusan pendidikan anak usia dini (PAUD) di Kota Semarang mencapai 22.567 anak. Sementara daya tampung SD negeri hanya sekitar 14.530 siswa.

"Lulusan PAUD ada 22.567 anak. Nah, pendaftar di SD negeri itu di angka 12.000-an siswa. Sehingga, kesimpulannya selebihnya mendaftar di SD swasta, di MI (madrasah ibtidaiyah) atau di satuan pendidikan yang lain," kata Ahsan, dilansir dari Antara, Minggu, 19 Juli 2026. 
 

Baca Juga :

Kecurangan SPMB di Jogja Terus Berulang, Modus Numpang KK Masih Ditemukan

Sejumlah sekolah mengalami minim penerimaan murid baru, seperti SDN 1 Purwoyoso di Kecamatan Ngaliyan yang hanya mendapatkan tiga siswa. Kemudian, SDN Wonodri dengan lima siswa baru.

"Kami perlu lakukan evaluasi yang lebih mendalam, mengapa beberapa SD negeri itu tidak menjadi pilihan masyarakat. Itu biasanya faktornya berbeda-beda, bahkan kompleks," ujar Ahsan.

Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar untuk menentukan langkah lanjutan, seperti intervensi, penambahan sarana prasarana, serta peningkatan mutu pembelajaran dan kualitas guru.

"Atau, mungkin ada hal lain. Nanti tentu setiap sekolah yang kekurangan murid itu mungkin punya problem yang berbeda-beda," ucapnya.


Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang M Ahsan. (ANTARA/Zuhdiar Laeis)


Secara demografi, ia memastikan tidak ada kendala karena jumlah lulusan PAUD di Kota Semarang masih lebih banyak dibandingkan kapasitas bangku SD negeri yang tersedia.

"Lulusan PAUD itu sebenarnya cukup banyak. Tapi, mungkin perlu didalami lagi pemetaan tiap wilayah. Perlu pemetaan lebih ke dalam, ke lokasi kelurahan maupun ke desa," ungkapnya.

Saat ditanya terkait kemungkinan sekolah rakyat berdampak pada penurunan jumlah pendaftar SD negeri, ia menegaskan hal tersebut tidak berkaitan.

"Saya belum menemukan hubungannya di situ. Jadi, sekolah rakyat kan positif ya, karena ini untuk warga desil 1, desil 2 bisa mendapatkan perhatian yang lebih baik dari negara," jelasnya.

Ahsan menilai keberadaan sekolah rakyat tidak memiliki korelasi signifikan dengan berkurangnya jumlah pendaftar di SD negeri.

Sebagai informasi, Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kota Semarang menerima 270 siswa pada tahun ajaran baru ini. Dari jumlah tersebut, sebanyak 90 siswa berada di jenjang sekolah dasar (SD).


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pusat Finansial RI di Depan Mata, Daya Saing Sektor Keuangan Domestik Jadi Sorotan
• 12 jam lalu
0
thumb
Benarkah Jakarta Sudah Ramah bagi Pejalan Kaki?
• 2 jam lalu
0
thumb
Kortas Tipikor Polri Selidiki Dugaan Korupsi Hibah Lahan Sepolwan
• 1 jam lalu
0
thumb
Emas Antam Turun ke Rp2,610 Juta/Gram, Buyback Dibanderol Rp2,341 Juta
• 8 jam lalu
0
thumb
Penampakan Rumah Tipis di Lahan Sempit di Surabaya Jadi Viral | SAPA SIANG
• 3 jam lalu
0
Berhasil disimpan.