Istanbul (ANTARA) - Militer Iran pada Minggu mengeklaim telah melancarkan serangan drone berskala besar terhadap dua instalasi militer Amerika Serikat di Kuwait.
Dalam pernyataan yang disiarkan media pemerintah Iran, IRIB, militer Iran menyatakan telah menyerang gudang amunisi di Camp Al Adiri, serta sistem rudal Patriot dan instalasi radar pertahanan udara di Pangkalan Udara Ali Al Salem.
Melalui pernyataan terpisah, Militer Kuwait menyatakan bahwa angkatan bersenjata negara itu sedang merespons ancaman rudal dan drone di tengah berlanjutnya serangan Iran dalam beberapa hari terakhir.
“Ledakan apa pun yang mungkin terdengar adalah hasil dari sistem pertahanan udara yang mencegat target musuh,” kata angkatan bersenjata melalui media sosial X.
Pihak militer juga mengimbau masyarakat untuk mematuhi seluruh arahan keamanan yang dikeluarkan oleh otoritas Kuwait.
Selama hampir sepekan terakhir, Amerika Serikat melancarkan serangkaian serangan terhadap sejumlah lokasi di Iran.
Sebagai balasan, Teheran menyerang fasilitas dan pangkalan yang diklaim digunakan oleh militer AS di beberapa negara di kawasan, termasuk Kuwait.
Eskalasi antara Washington dan Teheran terjadi meskipun pada Juni lalu kedua pihak menandatangani nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan untuk mengakhiri konflik dan membuka jalan menuju perjanjian damai yang langgeng.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Bandar Abbas Iran dilaporkan nyaris terisolasi akibat serangan AS
Baca juga: AS kerahkan F-35 ke Timteng di tengah eskalasi ketegangan dengan Iran
Dalam pernyataan yang disiarkan media pemerintah Iran, IRIB, militer Iran menyatakan telah menyerang gudang amunisi di Camp Al Adiri, serta sistem rudal Patriot dan instalasi radar pertahanan udara di Pangkalan Udara Ali Al Salem.
Melalui pernyataan terpisah, Militer Kuwait menyatakan bahwa angkatan bersenjata negara itu sedang merespons ancaman rudal dan drone di tengah berlanjutnya serangan Iran dalam beberapa hari terakhir.
“Ledakan apa pun yang mungkin terdengar adalah hasil dari sistem pertahanan udara yang mencegat target musuh,” kata angkatan bersenjata melalui media sosial X.
Pihak militer juga mengimbau masyarakat untuk mematuhi seluruh arahan keamanan yang dikeluarkan oleh otoritas Kuwait.
Selama hampir sepekan terakhir, Amerika Serikat melancarkan serangkaian serangan terhadap sejumlah lokasi di Iran.
Sebagai balasan, Teheran menyerang fasilitas dan pangkalan yang diklaim digunakan oleh militer AS di beberapa negara di kawasan, termasuk Kuwait.
Eskalasi antara Washington dan Teheran terjadi meskipun pada Juni lalu kedua pihak menandatangani nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan untuk mengakhiri konflik dan membuka jalan menuju perjanjian damai yang langgeng.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Bandar Abbas Iran dilaporkan nyaris terisolasi akibat serangan AS
Baca juga: AS kerahkan F-35 ke Timteng di tengah eskalasi ketegangan dengan Iran






Komentar (0)