Pantau - Pemerintah Kota Mataram melalui Dinas Kesehatan berkolaborasi dengan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan menyiapkan fasilitas pojok baca di 11 puskesmas guna meningkatkan literasi masyarakat, terutama di bidang kesehatan.
Pojok Baca Manfaatkan Waktu Tunggu PasienKepala Dinas Kesehatan Kota Mataram Emirald Isfihan mengatakan penyediaan pojok baca dilakukan dengan menyiapkan lokasi yang mudah dijangkau pengunjung di setiap puskesmas.
"Penyediaan pojok baca di setiap puskesmas dimaksudkan untuk meningkatkan literasi masyarakat di berbagai bidang, terutama kesehatan," ungkap Emirald.
Keberadaan pojok baca diharapkan dapat dimanfaatkan masyarakat untuk membaca saat menunggu antrean pelayanan kesehatan.
Selain buku kesehatan, koleksi bacaan juga akan mencakup buku fiksi dan nonfiksi agar pengunjung memiliki pilihan bacaan yang lebih beragam.
Dinas Kesehatan juga mengusulkan penyediaan buku digital yang dapat diakses melalui smartphone.
Emirald menargetkan program pojok baca mulai direalisasikan tahun ini, meski pelaksanaannya akan disesuaikan dengan ketersediaan ruang di masing-masing puskesmas.
"Karena itu kami akan usahakan puskesmas yang memiliki ruang atau pojok kosong untuk segera dijadikan pojok baca," ujarnya.
Diarpus Siapkan Buku Fisik dan DigitalKepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Mataram Moh Carnoto mengatakan program tersebut merupakan bentuk kolaborasi untuk memperluas akses literasi masyarakat.
"Program ini bentuknya sharing. Kami siapkan koleksi buku, Dikes siapkan fasilitas pojok baca," katanya.
Diarpus akan menyediakan koleksi buku fisik, buku digital, serta barcode yang memungkinkan pengunjung mengakses bacaan digital dalam radius hingga 300 meter.
Program ini diharapkan dapat meningkatkan minat baca, mendekatkan akses terhadap buku, serta mendukung gerakan literasi sejak dini melalui ruang publik.





Komentar (0)