Multilayer Collagen Booster, inovasi perawatan terbaru yang diperkenalkan Profira Clinic Makassar. Ini merupakan teknologi yang bukan sekadar untuk mempercantik wajah, tetapi membantu kulit membangun kembali apa yang perlahan hilang seiring bertambahnya usia.
DEWI SARTIKA MAHMUD
Jl Letjen Hertasning, Makassar
Sorot lampu di ruang tindakan Profira Clinic Makassar, memantul lembut pada wajah seorang perempuan yang berbaring tenang di atas tempat perawatan. Sesekali ia tersenyum saat dokter menjelaskan setiap tahapan yang akan dijalani.
Di hadapannya, layar monitor menampilkan teknologi Micro Focused Ultrasound yang akan menjadi langkah awal perawatan Multilayer Collagen Booster, inovasi terbaru yang dirancang untuk merangsang pembentukan kolagen hingga ke beberapa lapisan kulit.
Beberapa menit kemudian, alat mulai menyentuh permukaan wajahnya. Gerakannya perlahan, berpindah dari pipi, rahang, hingga area sekitar mata.
Tidak ada ekspresi kesakitan yang berlebihan. Yang terlihat hanyalah rasa penasaran menanti hasil dari prosedur yang disebut mampu membantu mengembalikan kekencangan kulit secara bertahap.
Usai tahap pertama selesai, dokter melanjutkan tindakan dengan mengaplikasikan Collagen Booster. Inilah rangkaian yang menjadi pembeda, karena tidak hanya bekerja memberikan efek lifting dari lapisan dalam, tetapi juga membantu memperbaiki kualitas kulit dari permukaannya. Seluruh proses memakan waktu sekitar dua jam, termasuk anestesi.
Ketika perempuan itu akhirnya berdiri di depan cermin, perubahan mulai terlihat. Wajahnya tampak lebih segar dibanding sebelum tindakan. Kulit terlihat lebih cerah, sementara beberapa noda hitam dan flek yang sebelumnya cukup jelas mulai tampak lebih samar.
Garis-garis halus di sekitar pipi dan sudut mata memang belum hilang sepenuhnya, tetapi kulit terlihat lebih halus dan kenyal dengan kontur wajah yang mulai tampak lebih terangkat.
Dokter menjelaskan bahwa hasil tersebut merupakan perubahan awal yang akan terus berkembang seiring proses pembentukan kolagen dalam beberapa bulan ke depan.
Pemandangan itu menjadi gambaran bagaimana teknologi estetika kini tidak lagi sekadar berfokus pada hasil instan, melainkan mendorong regenerasi alami kulit.
Bukan menutupi proses penuaan, tetapi membantu tubuh membangun kembali fondasi yang mulai melemah seiring bertambahnya usia.
Dokter Estetika Profira Clinic Makassar, dr. Fifin Marini, mengatakan banyak orang baru menyadari pentingnya kolagen ketika tanda-tanda penuaan mulai tampak jelas di wajah. Padahal, secara biologis proses tersebut sudah dimulai jauh lebih awal.
“Secara teori, produksi kolagen mulai berkurang pada usia sekitar 25 hingga 35 tahun. Pada fase ini memang belum terlihat jelas, tetapi secara mikroskopis proses penuaan sudah mulai berlangsung,” ujarnya.
Memasuki usia 35 hingga 45 tahun, penurunan kolagen semakin nyata. Setiap tahun tubuh dapat kehilangan sekitar satu hingga dua persen kolagen alami.
“Dampaknya mulai terlihat dari munculnya garis halus, pori-pori yang tampak lebih besar, hingga elastisitas kulit yang terus menurun,” tuturnya.
Menurut dr. Fifin, fase tersebut menjadi waktu yang tepat untuk melakukan stimulasi kolagen sebagai upaya pencegahan. Dengan merangsang pembentukan kolagen sejak dini, struktur penopang kulit dapat dipertahankan lebih lama sehingga tanda-tanda penuaan tidak berkembang lebih cepat.
Setelah usia 45 tahun, perubahan biasanya semakin sulit disamarkan hanya dengan penggunaan produk perawatan kulit.
Kekenduran wajah menjadi lebih nyata karena kolagen yang menopang jaringan kulit terus berkurang. Di titik inilah berbagai teknologi berbasis stimulasi kolagen menjadi salah satu pilihan yang banyak diminati.
Profira Clinic kemudian menghadirkan Multilayer Collagen Booster, prosedur yang mengombinasikan Micro Focused Ultrasound dengan Collagen Booster dalam satu rangkaian tindakan.
Ultrasound bekerja hingga lapisan dermis, jaringan lemak bawah kulit, dan SMAS untuk membantu memberikan efek lifting dan tightening, sedangkan Collagen Booster membantu memperbaiki kualitas kulit sekaligus merangsang regenerasi kolagen.
Meski teknologi terus berkembang, dr. Fifin mengingatkan bahwa keberhasilan perawatan tetap dipengaruhi kebiasaan sehari-hari.
Penggunaan tabir surya tahan air harus menjadi rutinitas, terutama bagi mereka yang sering beraktivitas di luar ruangan.
“Sunblock juga perlu diaplikasikan kembali setiap sekitar tiga jam ketika banyak berkeringat agar perlindungan kulit tetap optimal,” ucapnya.
Dokter Profira Clinic, dr. Aryani Sutarnio, menjelaskan bahwa tanda-tanda penuaan tidak hanya terjadi di permukaan kulit. Karena itu, pendekatan yang bekerja pada lebih dari satu lapisan dinilai mampu memberikan stimulasi yang lebih optimal dengan hasil yang tetap terlihat natural.
Profira menyediakan dua pilihan tindakan, yakni Signature dengan kombinasi PDLLA dan Hyaluronic Acid untuk meningkatkan hidrasi, memperbaiki tekstur kulit, serta membantu menyamarkan pori-pori dan garis halus.
“Sementara Ultimate menggunakan kombinasi PPCL dan CMC yang juga memberikan efek volume ringan secara alami sekaligus meningkatkan elastisitas wajah,” ucapnya.
Bagi perempuan yang baru saja menyelesaikan demonstrasi perawatan itu, perubahan yang tampak di depan cermin mungkin baru langkah awal.
Namun, wajah yang terlihat lebih cerah, kulit yang terasa lebih kenyal, serta flek yang mulai memudar menjadi pengingat bahwa merawat kulit bukan hanya tentang mempercantik penampilan, melainkan menjaga kesehatan jaringan kulit agar tetap kuat menghadapi perjalanan waktu.(*)






Komentar (0)