jpnn.com, SORONG - SMAN 3 Kota Sorong (SMANTI) menunjukkan dominasinya di babak final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI Tingkat Provinsi Papua Barat Daya, yang digelar di Aimas Convention Centre, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, Sabtu (18/7/2026).
Dari tiga sesi lomba di babak final, yakni Wawasan Empat Pilar, Tematik Empat Pilar dan sesi Rebutan, SMAN 3 Kota Sorong yang akrab disebut SMANTI selalu memimpin perolehan nilai.
BACA JUGA: Siti Fauziah Gemakan Semboyan Izakod Bekai Izakod Kai di LCC 4 Pilar MPR Papua Selatan
Di akhir lomba, SMANTI berhasil meraih total nilai 165, jauh melampaui dua sekolah rivalnya, yakni SMAN 2 Kota Sorong dengan total nilai 60 dan SMKN 2 Sorong dengan total nilai 15.
Berkat kemenangan tersebut, SMANTI berhak mewakili Papua Barat Daya pada Final Nasional LCC Empat Pilar MPR RI yang akan berlangsung di Jakarta pada Agustus 2026. Selain penentuan juara utama, panitia juga memberikan penghargaan Apresiasi Yel-Yel Terbaik.
BACA JUGA: Dramatis, SMAN 1 Manokwari Akhirnya Tembus Final LCC Empat Pilar MPR Tingkat Nasional
Pada babak penyisihan pertama penghargaan diraih SMAN 2 Kabupaten Sorong, babak penyisihan kedua diraih SMAN 3 Kota Sorong, sedangkan babak penyisihan ketiga menjadi milik SMKN 1 Kabupaten Sorong.
Perjuangan Menuju Nasional
BACA JUGA: LCC 4 Pilar 2026 Digelar, Arianto: Ruang Pembentukan Karakter Pelajar Papua
Juru bicara tim SMAN 3 Kota Sorong, Renault Landry Batuwael mengatakan keberhasilan timnya merupakan buah dari perjuangan dan persiapan yang tidak mudah.
"Untuk mengikuti lomba ini bukan suatu hal yang mudah. Membutuhkan banyak perjuangan dan pengorbanan. Pesan kami, jangan pernah menyerah untuk apa yang ingin kalian capai. Dan yang paling utama, selalu mengandalkan Tuhan dalam setiap pekerjaan dan setiap hal yang ingin dilakukan," ujarnya.
Renault mengungkapkan timnya bersyukur dapat kembali lolos ke tingkat nasional untuk kedua kalinya.
Selama kurang lebih satu bulan, tim menjalani berbagai persiapan dan menghadapi beragam tantangan sebelum akhirnya meraih hasil terbaik.
Keberhasilan di tingkat provinsi, lanjutnya, menjadi motivasi untuk bekerja lebih keras menghadapi final nasional.
"Kami akan belajar segiat mungkin untuk membawa nama sekolah, terutama nama Provinsi Papua Barat Daya. Tentunya semua tim ingin menjadi juara, dan kami juga memiliki harapan yang sama," katanya.
Guru pendamping tim, Rismawati Purba, turut mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian para siswanya.
Dia menilai keberhasilan tersebut tidak lepas dari kerja keras seluruh anggota tim serta semangat belajar yang terus dijaga selama masa persiapan.
"Kami sangat bersyukur anak-anak bisa meraih juara satu di tingkat Provinsi Papua Barat Daya. Harapan kami, ketika maju ke tingkat nasional nanti mereka tetap rendah hati, terus belajar, dan memberikan yang terbaik," ujar Rismawati.
Dia juga mengapresiasi kekompakan seluruh anggota tim yang dinilainya menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam kompetisi tersebut.
Kejuaraan yang digelar hasil kerjasama MPR RI dan Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat Daya ini dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat Daya Adolof Kambuaya, S.H., M.Si.
Sedangkan Dewan Juri yang memberikan nilai sepanjang jalannya lomba adalah, Kepala Biro Persidangan dan Pemasyarakatan Konstitusi Sekretariat Jenderal MPR RI Dr. Wachid Nugroho, S.IP., M.IP, Lektor Kepala Program Studi Pendidikan Profesi Guru, Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong, Dr. Nursalim, M.Pd, Dosen/Lektor Universitas Pendidilkan Muhammadiyah Sorong, Dr. Firman, M.Pd, dan Dosen/Lektor Universitas Pendidilkan Muhammadiyah Sorong, Yoga Andriyan, M..I.P. (jpnn)
Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Dedi Sofian, JPNN.com





Komentar (0)