Jaga Produksi, Bupati di Daerah Ini Turunkan Mobil Tangki Airi Sawah

viva.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA –  Kekeringan parah melanda sejumlah daerah di Indonesia saat ini mengancam produksi pertanian. Berbagai upaya pun dilakukan pemerintah daerah untuk dapat mempertahankan produksi tersebut.

Salah satunya, Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) menurunkan mobil tangki untuk mengairi sawah yang mulai terdampak musim kemarau, sehingga produksi padi dapat dipertahankan.

Baca Juga :
Israel Robohkan Pabrik dan Lahan Pertanian Warga Palestina di Hebron
Impor Garam Industri Naik 13 Persen, Tambahan Kuota Perlu Diuji Ulang

"Pengerahan armada tangki air ini untuk memasok kebutuhan air ke areal persawahan yang mengalami kekeringan. Langkah ini dilakukan guna menjaga produktivitas pertanian sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional," kata Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif saat dikonfirmasi dari Makassar, Minggu, 19 Juli 2026.

Dia mengatakan Bahwa penyaluran air dilakukan sebagai respons atas menurunnya debit air akibat kekeringan di sejumlah wilayah pertanian yang berpotensi mengganggu masa tanam. Selain mendistribusikan air menggunakan mobil tangki, pemerintah daerah juga mengoptimalkan pompanisasi serta berkoordinasi dengan berbagai pihak agar pasokan air bagi petani tetap terjaga.

Menurut dia, upaya tersebut merupakan bagian dari strategi mitigasi kekeringan yang terus diperkuat Pemkab Sidrap. Daerah yang dikenal sebagai salah satu lumbung pangan nasional itu berkomitmen menjaga produktivitas sawah di tengah tantangan perubahan iklim dan musim kemarau.

"Pemkab Sidrap akan terus memantau kondisi lahan pertanian dan mempercepat penanganan di lokasi yang terdampak," ujarnya.

Selain bantuan air, Pemkab Sidrap juga mendorong percepatan rehabilitasi jaringan irigasi dan optimalisasi sumber-sumber air agar kebutuhan petani dapat terpenuhi secara berkelanjutan.

Kabupaten Sidrap memiliki luas baku lahan sawah sekitar 52.227 hektare. Dari total tersebut, areal tanam terbagi menjadi sekitar 34.000 hektare sawah irigasi dan sisanya merupakan sawah tadah hujan.

Dengan penanganan dini areal persawahan tersebut, Pemkab Sidrap berharap langkah cepat tersebut mampu mencegah gagal panen, menjaga keberlangsungan musim tanam, serta mempertahankan kontribusi daerah sebagai salah satu sentra produksi beras di Sulsel dan Indonesia. (Ant)

Baca Juga :
Lahan Gambut 7 Hektare di Riau Terbakar, Puluhan Titik Panas Bermunculan
ESDM Tambah Kuota Produksi Batu Bara, Bos PLN Janji Tak Ada Lagi Pemadaman Listrik
Dongkrak Produksi Padi, Penyuluh di Surade Inisiasi Demplot PM-AAS secara Swadaya

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Jelang Persebaya vs PSIS, Tavares Minta Dukungan Penuh Bonek dan Bonita
• 23 jam lalu
0
thumb
2 Prajurit Amerika Tewas usai Keluarnya Ultimatum dari Pemimpin Tertinggi Iran
• 1 jam lalu
0
thumb
15 Ribu Peserta Meriahkan Riau Bhayangkara Run 2026
• 17 jam lalu
0
thumb
Kualitas Udara Jakarta Masuk Terburuk Ketiga di Dunia, AQI Capai 168 pada Minggu Pagi
• 8 jam lalu
0
thumb
Terekam CCTV Buang Sampah Sembarangan, Warga Grogol Selatan Didenda Rp500 Ribu
• 3 jam lalu
0
Berhasil disimpan.