2 Prajurit Amerika Tewas usai Keluarnya Ultimatum dari Pemimpin Tertinggi Iran

wartaekonomi.co.id
12 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ketegangan Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali meningkat tajam setelah dua prajurit dilaporkan tewas dalam serangan rudal balistik dari Iran di Yordania. Insiden itu terjadi tidak lama setelah adanya ultimatum keras dari Teheran ke Washington.

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa dua personel militernya meninggal dunia akibat serangan dari Iran. Selain itu, satu prajurit lainnya masih dinyatakan hilang, sementara empat personel mengalami luka-luka.

Baca Juga: Viral Pengakuan Jokowi Terkait Ijazah Miliknya Dibantah Eks Dosen Fakultas Kehutanan UGM

CENTCOM menyebut seluruh prajurit yang terluka telah mendapatkan perawatan di rumah sakit setempat sebelum akhirnya diperbolehkan kembali bertugas.

"Sebagai bentuk penghormatan kepada keluarga korban, kami akan menahan informasi tambahan, termasuk identitas para prajurit yang gugur, hingga 24 jam setelah keluarga terdekat menerima pemberitahuan resmi," demikian pernyataan mereka, dikutip Minggu (19/7/2026).

Militer Amerika sejauh ini mencatat sedikitnya 16 personel tewas dan lebih dari 430 lainnya mengalami luka-luka dalam berbagai serangan yang berkaitan dengan perang melawan Iran.

Tewasnya dua tentara ini juga terjadi setelah adanya pengumuman dari Iran. Teheran mengumumkan penghentian kepatuhannya terhadap memorandum of understanding (MoU) dengan Amerika Serikat.

Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei menegaskan bahwa musuh telah berulang kali melanggar kesepakatan sementara yang ditandatangani kedua negara. Teheran bahkan menyebut tanda tangan dalam kesepakatan itu tidak lagi memiliki nilai maupun kredibilitas.

"Kini ketika musuh berusaha meningkatkan konflik, sehingga harus menanggung biaya yang lebih besar dan penghinaan yang lebih dalam, mereka harus mengetahui bahwa bangsa kami telah menyiapkan pelajaran yang tak terlupakan untuk mereka," demikian isi pernyataan tersebut.

Pernyataan itu dipandang sebagai ultimatum langsung kepada Washington. Amerika Serikat sendiri dilaporkan melancarkan serangan berturut-turut ke berbagai fasilitas sipil di Iran. Teheran di sisi lain membalas hal itu dengan mengklaim menyerang sejumlah pangkalan militer Amerika di Timur Tengah. 

Baca Juga: Hotman Paris: Bayangin Orang Kebanggaan Prabowo Tiba-Tiba Dikriminaliasi, Bahkan Tanpa Pamit

Konflik kembali memanas setelah kesepakatan gencatan senjata sementara yang ditandatangani sekitar satu bulan lalu runtuh. Sejak saat itu, kedua negara terus melakukan serangan balasan hampir setiap hari, meningkatkan kekhawatiran dunia terhadap kemungkinan pecahnya perang terbuka dalam skala yang lebih luas.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Daftar Lengkap Pemain Timnas Indonesia yang Tersisa untuk Dipilih John Herdman Usai Mauro Zijlstra Cedera
• 19 jam lalu
0
thumb
3 Kapal Terbakar di Muara Angke, Kerugian Capai Rp 1,5 Miliar
• 12 jam lalu
0
thumb
Begini Reaksi Lionel Messi Soal Foto Mandikan Lamine Yamal saat Masih Bayi, Kini Jadi Rival di Final Piala Dunia 2026!
• 9 jam lalu
0
thumb
DPR Tak Setuju SMA-SMK Jabar Ada SPP, Kemendikdasmen Didesak Turun Tangan
• 13 jam lalu
0
thumb
Kebiasaan Slowmaxxing yang Bisa Bantu Kamu Menikmati Hidup
• 17 jam lalu
0
Berhasil disimpan.