Empat emiten yang tengah menjalankan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue masuk dalam daftar top losers selama sepekan.
IDXChannel - Empat emiten yang tengah menjalankan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue masuk dalam daftar top losers selama sepekan.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), Saham PT Singaraja Putra Tbk (SINI) melemah 22,15 persen sepekan ke level Rp6.150 per unit, PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) turun 21,56 persen ke Rp131 per unit.
Kemudian, PT Panca Global Kapital Tbk (PEGE) terkoreksi 14,42 persen ke Rp89 per unit dan PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI) merosot 9,59 persen ke Rp66 per unit.
Penurunan tersebut terjadi di tengah berlangsungnya periode pelaksanaan rights issue masing-masing emiten untuk menghimpun dana segar.
SINI menggelar HMETD pada 14-20 Juli 2026 dengan menerbitkan 721,5 juta saham baru pada harga Rp5.000 per saham dengan rasio 2:3. Perseroan membidik dana sebesar Rp3,6 triliun dengan PT Petrosea Tbk (PTRO) sebagai standby buyer.
Dana hasil rights issue akan digunakan sekitar Rp1,51 triliun untuk mengakuisisi PT Kemilau Mulia Sakti dari PTRO, Rp900 miliar untuk melunasi utang, sedangkan sisanya dialokasikan sebagai modal kerja.
Sementara itu, COCO menawarkan 10,68 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp120 per saham dan rasio 1:3 pada periode 14-21 Juli 2026.
Perseroan berpotensi menghimpun dana sekitar Rp1,28 triliun dengan Mahogany Global Investment sebagai standby buyer.
Sebagian besar dana, sekitar Rp1,17 triliun, akan digunakan untuk mengakuisisi PT Sari Murni Abadi, sedangkan sisanya akan dimanfaatkan sebagai modal kerja.
Di sisi lain, PEGE menjadwalkan pelaksanaan HMETD pada 10-17 Juli 2026. Perseroan menerbitkan 944,47 juta saham baru pada harga Rp100 per saham dengan rasio 3:1.
Trisno Limanto dan RR Capital Group bertindak sebagai standby buyer, sementara seluruh dana hasil rights issue akan difokuskan untuk memperkuat struktur permodalan.
Kemudian, PADI melaksanakan rights issue pada 14-27 Juli 2026 dengan menerbitkan 2,26 miliar saham baru pada harga Rp50 per saham dan rasio 5:1. Perseroan menargetkan dana sebesar Rp113,07 miliar yang seluruhnya akan digunakan sebagai modal kerja.
Berbeda dengan tiga emiten lainnya, PADI tidak memiliki standby buyer dalam aksi korporasi tersebut. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.






Komentar (0)