Rights Issue Bergulir, SINI hingga COCO Kompak Masuk Top Losers Sepekan

idxchannel.com
16 jam lalu
Cover Berita

Empat emiten yang tengah menjalankan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue masuk dalam daftar top losers selama sepekan.

Rights Issue Bergulir, SINI hingga COCO Kompak Masuk Top Losers Sepekan. (Foto: Magnific)

IDXChannel - Empat emiten yang tengah menjalankan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue masuk dalam daftar top losers selama sepekan.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), Saham PT Singaraja Putra Tbk (SINI) melemah 22,15 persen sepekan ke level Rp6.150 per unit, PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) turun 21,56 persen ke Rp131 per unit.

Baca Juga:
Harga Emas Catat Pelemahan Mingguan Terburuk dalam 6 Pekan

Kemudian, PT Panca Global Kapital Tbk (PEGE) terkoreksi 14,42 persen ke Rp89 per unit dan PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI) merosot 9,59 persen ke Rp66 per unit.

Penurunan tersebut terjadi di tengah berlangsungnya periode pelaksanaan rights issue masing-masing emiten untuk menghimpun dana segar.

Baca Juga:
Harga Emas Antam (ANTM) Stagnan di Rp2.614.000 Per Gram Hari Ini 19 Juli

SINI menggelar HMETD pada 14-20 Juli 2026 dengan menerbitkan 721,5 juta saham baru pada harga Rp5.000 per saham dengan rasio 2:3. Perseroan membidik dana sebesar Rp3,6 triliun dengan PT Petrosea Tbk (PTRO) sebagai standby buyer.

Dana hasil rights issue akan digunakan sekitar Rp1,51 triliun untuk mengakuisisi PT Kemilau Mulia Sakti dari PTRO, Rp900 miliar untuk melunasi utang, sedangkan sisanya dialokasikan sebagai modal kerja.

Baca Juga:
ICP Juni 2026 Sebesar USD83 per Barel, Juli Diproyeksikan USD71

Sementara itu, COCO menawarkan 10,68 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp120 per saham dan rasio 1:3 pada periode 14-21 Juli 2026.

Perseroan berpotensi menghimpun dana sekitar Rp1,28 triliun dengan Mahogany Global Investment sebagai standby buyer.

Sebagian besar dana, sekitar Rp1,17 triliun, akan digunakan untuk mengakuisisi PT Sari Murni Abadi, sedangkan sisanya akan dimanfaatkan sebagai modal kerja.

Di sisi lain, PEGE menjadwalkan pelaksanaan HMETD pada 10-17 Juli 2026. Perseroan menerbitkan 944,47 juta saham baru pada harga Rp100 per saham dengan rasio 3:1.

Trisno Limanto dan RR Capital Group bertindak sebagai standby buyer, sementara seluruh dana hasil rights issue akan difokuskan untuk memperkuat struktur permodalan.

Kemudian, PADI melaksanakan rights issue pada 14-27 Juli 2026 dengan menerbitkan 2,26 miliar saham baru pada harga Rp50 per saham dan rasio 5:1. Perseroan menargetkan dana sebesar Rp113,07 miliar yang seluruhnya akan digunakan sebagai modal kerja.

Berbeda dengan tiga emiten lainnya, PADI tidak memiliki standby buyer dalam aksi korporasi tersebut. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Uang Rp1,012 Miliar Eks Ketua Pengadilan Tinggi Bandung Raib, Kena Scam Modus Digitalisasi
• 12 jam lalu
0
thumb
Enam Rudal Hantam Pulau Qeshm Iran di Tengah Gelombang Serangan Terbaru AS
• 16 jam lalu
0
thumb
Spanyol Vs Argentina, Sherly Tjoanda Ungkap Tim Favoritnya di Final Piala Dunia 2026, Yakin Menang dengan Skor 2-1
• 20 jam lalu
0
thumb
Iwakum Kecam Hotman Paris, Didesak Minta Maaf usai Ucapan ke Wartawan
• 8 jam lalu
0
thumb
Trump Sudah Tak Peduli Kesepakatan Damai dengan Iran
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.