Teheran: Sedikitnya enam rudal dilaporkan menghantam Pulau Qeshm, Iran pada Minggu dini hari, 19 Juli 2026, di saat Amerika Serikat melancarkan gelombang serangan udara terbaru terhadap negara tersebut.
Kantor berita Tasnim melaporkan ledakan terdengar di sejumlah wilayah Pulau Qeshm antara pukul 03.38 hingga 03.45 waktu setempat.
Pemerintah juga belum menyampaikan informasi mengenai kemungkinan kerusakan maupun jumlah korban akibat insiden tersebut.
Kantor berita pemerintah IRNA melaporkan warga di beberapa wilayah Bandar Abbas dan Pulau Qeshm mendengar suara ledakan sesaat sebelum pukul 04.00 waktu setempat. Penyebab dan lokasi pasti ledakan masih dalam penyelidikan.
Sementara itu, media Mehr melaporkan sebuah lokasi di dekat Pulau Qeshm diserang sekitar pukul 03.40 waktu setempat dan menyebut insiden tersebut sebagai serangan militer Amerika Serikat.
Sebelumnya, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan telah memulai gelombang baru serangan udara terhadap Iran atas perintah panglima tertinggi Amerika Serikat.
Dalam pernyataannya melalui platform media sosial X, CENTCOM menyebut operasi tersebut bertujuan semakin melemahkan kemampuan Iran mengancam pelayaran komersial di Selat Hormuz serta memberikan respons cepat terhadap Garda Revolusi Iran yang disebut melancarkan serangan terhadap personel militer AS di Yordania.
Menurut CENTCOM, serangan Iran di Yordania pada Jumat mengakibatkan sejumlah personel militer Amerika Serikat tewas, sementara satu lainnya masih dinyatakan hilang.
Baca juga: Mojtaba Khamenei Ancam AS, Janjikan 'Pelajaran Tak Terlupakan' dari Iran




Komentar (0)