HARIAN.FAJAR.CO.ID, WASHINGTON—Presiden Donald Trump menyebut kematian dua anggota militer AS di Yordania sebagai hal yang sangat menyedihkan setelah Komando Pusat AS mengumumkan bahwa mereka tewas saat mempertahankan diri dari serangan rudal dan drone Iran.
Dalam percakapan telepon singkat dengan NewsNation, Trump mengatakan bahwa pasukan tersebut meninggal dalam pengabdian kepada negara dan menegaskan kembali bahwa tujuan utama perang adalah tidak pernah membiarkan Iran memiliki senjata nuklir.
Ditanya tentang pengumuman Iran bahwa mereka tidak lagi mematuhi nota kesepahaman AS-Iran, Trump menjawab: “Saya tidak peduli.”
Komando Pusat AS mengatakan bahwa anggota militer ketiga masih hilang, sementara empat lainnya yang terluka dalam serangan itu telah dirawat dan dipulangkan dari rumah sakit di Yordania.
CENTCOM juga mengumumkan pada Sabtu malam bahwa serangan udara Amerika terbaru terhadap Iran dimulai pukul 6 sore waktu setempat, sebagian sebagai tanggapan terhadap serangan di Yordania.
Komando Pusat AS mengatakan identitas mereka yang tewas tidak akan diungkapkan sampai keluarga terdekat telah diberitahu.
Sejak perang dimulai, 16 anggota militer AS telah tewas dan lebih dari 430 terluka.
“Semoga Tuhan menyertai kalian, para pahlawan,” kata Menteri Pertahanan Pete Hegseth.
“Pengorbanan mereka hanya memperkuat tekad kita,” tegasnya. (amr)






Komentar (0)