Bisnis.com, JAKARTA — PT MNC Asia Holding Tbk. (BHIT) Kembali melepas sebanyak 308,23 juta saham PT Karya Pacific Energy Tbk. (IATA) d.h. PT MNC Energy Investments Tbk. di tengah proses transformasi emiten tersebut.
Berdasarkan laporan perubahan kepemilikan saham kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), MNC Asia Holding mengurangi kepemilikan di IATA dari 2,44 miliar saham atau 7,81% menjadi 2,14 miliar saham atau 6,83% setelah transaksi.
Transaksi dilakukan dalam tiga tahap dengan total 308.225.000 saham yang seluruhnya dilepas pada harga Rp59 per saham. Rinciannya, sebanyak 41 juta saham dijual pada 14 Juli 2026, 8,48 juta saham pada 15 Juli 2026, dan 258,75 juta saham pada 16 Juli 2026.
"Tujuan transaksi adalah untuk rencana strategis perseroan," sebut manajemen MNC Asia Holding dalam keterbukaan informasi, Minggu (19/7/2026).
Dengan harga transaksi Rp59 per saham, nilai divestasi tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp18,19 miliar.
Pelepasan saham tersebut berlangsung di tengah transformasi yang dijalankan IATA. Sebelumnya, pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 22 Juni 2026 telah menyetujui perubahan nama perseroan dari PT MNC Energy Investments Tbk. menjadi PT Karya Pacific Energy Tbk.
Perubahan nama tersebut kemudian dituangkan dalam perubahan anggaran dasar dan memperoleh persetujuan Menteri Hukum dan HAM melalui Surat Keputusan Nomor AHU-0041928.AH.01.02.TAHUN 2026 tertanggal 26 Juni 2026.
Manajemen menyatakan perubahan nama dilakukan untuk memperkuat identitas perusahaan, meningkatkan keselarasan dengan visi dan strategi bisnis, serta mendukung posisi perseroan di hadapan para pemangku kepentingan.
Perubahan nama tersebut juga telah diberitahukan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui surat tertanggal 30 Juni 2026.
Selain rebranding, RUPST juga menyetujui perubahan pengendali perseroan dari sebelumnya PT MNC Asia Holding Tbk. menjadi PT Karya Pacific Investama (KPI).
Perubahan pengendali tersebut merupakan tindak lanjut atas penyelesaian transaksi pengambilalihan saham melalui mekanisme tender offer sukarela sesuai ketentuan pasar modal.
Meski mengurangi kepemilikannya, MNC Asia Holding masih menggenggam 2.135.585.566 saham atau setara 6,83% di IATA.
Dalam laporan kepada OJK, perseroan juga menyatakan transaksi tersebut tidak mengubah status MNC Asia Holding sebagai pihak yang bukan pengendali emiten tersebut.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.






Komentar (0)