HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Thom Haye kembali memikul tanggung jawab besar bersama Timnas Indonesia. Setelah menjadi salah satu sosok penting yang mengantarkan Skuad Garuda hampir menciptakan sejarah lolos ke Piala Dunia 2026, gelandang anyar Persib Bandung itu kini memimpin persiapan Indonesia untuk memburu gelar ASEAN Championship Hyundai Cup 2026 atau Piala AFF 2026.
Turnamen bergengsi Asia Tenggara tersebut menjadi kesempatan bagi Indonesia mengakhiri penantian panjang meraih trofi yang selama ini belum pernah berhasil diraih. Dengan materi pemain yang semakin matang serta hadirnya pelatih John Herdman, optimisme mulai tumbuh di lingkungan Timnas Indonesia.
Persiapan menuju turnamen terus berlangsung intensif. Sejak 6 Juli 2026, seluruh pemain menjalani pemusatan latihan di Bali United Training Center, Gianyar. Selama hampir dua pekan, program latihan difokuskan pada peningkatan kondisi fisik, penyempurnaan taktik, hingga membangun chemistry antarpemain.
Thom Haye menjadi salah satu pemain yang merasakan langsung perkembangan tersebut. Gelandang berusia 31 tahun itu mengaku seluruh agenda latihan berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
Menurutnya, suasana yang nyaman di Bali menjadi salah satu faktor penting yang membantu para pemain berkonsentrasi penuh menghadapi turnamen.
“Saya pikir persiapan kami tidak ada kendala selama menjalani latihan di sini. Fasilitas dan lingkungannya sangat nyaman sehingga memberikan energi positif kepada kami. Kami menikmati setiap sesi latihan dan terus bekerja keras demi hasil terbaik,” ujar Thom Haye.
Pemain yang musim ini memperkuat Persib Bandung tersebut menilai kualitas fasilitas latihan memiliki peran besar dalam menunjang performa pemain. Mulai dari lapangan berstandar internasional hingga fasilitas pemulihan yang lengkap membuat para pemain dapat menjalani program latihan secara maksimal.
Bagi Haye, seluruh kebutuhan skuad telah dipenuhi dengan sangat baik.
“Saya rasa tidak ada masukan untuk tempat ini. Semua orang bisa melihat sendiri kualitasnya. Rumput lapangannya sangat bagus, fasilitas pendukungnya juga lengkap. Semua ini sangat membantu kami mempersiapkan diri menghadapi turnamen,” katanya.
Namun, di balik kenyamanan tersebut, Haye menegaskan fokus utama tim bukan sekadar menikmati proses latihan. Ia ingin seluruh pemain memanfaatkan setiap sesi yang diberikan tim pelatih untuk meningkatkan kualitas permainan.
Menurut mantan gelandang Almere City itu, kesuksesan Indonesia di Piala AFF 2026 akan sangat ditentukan oleh kualitas persiapan sebelum turnamen dimulai.
Karena itu, ia memilih untuk tidak terlalu memikirkan kekuatan calon lawan.
Haye menilai Timnas Indonesia harus lebih dulu memastikan permainan sendiri berkembang sebelum berbicara mengenai peluang menjadi juara.
Pendekatan tersebut sejalan dengan filosofi pelatih John Herdman yang lebih menekankan peningkatan kualitas tim dibanding terlalu fokus kepada kekuatan lawan.
Meski demikian, tantangan yang akan dihadapi Indonesia tetap tidak mudah.
Skuad Garuda tergabung di Grup A bersama Vietnam, Singapura, Kamboja, dan Timor Leste. Vietnam diprediksi kembali menjadi pesaing utama dalam perebutan tiket menuju babak semifinal.
Indonesia sendiri dijadwalkan memulai perjuangan dengan menghadapi Kamboja di Stadion Pakansari, Bogor, pada 27 Juli 2026.
Pertandingan tersebut dipandang penting sebagai pijakan awal membangun kepercayaan diri sebelum menghadapi lawan-lawan yang lebih berat pada fase grup.
Bagi Thom Haye, turnamen ini juga memiliki makna tersendiri.
Beberapa bulan sebelumnya, ia menjadi bagian penting dalam perjuangan Timnas Indonesia pada putaran akhir Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Meski langkah Garuda akhirnya terhenti sebelum berhasil mengamankan tiket menuju putaran final, penampilan Indonesia sepanjang kualifikasi mendapat banyak apresiasi karena mampu bersaing dengan negara-negara kuat Asia.
Pengalaman menghadapi pertandingan-pertandingan berintensitas tinggi tersebut diharapkan menjadi modal berharga menghadapi Piala AFF 2026.
Sebagai salah satu pemain paling berpengalaman di lini tengah, Haye diproyeksikan kembali menjadi pengatur tempo permainan Indonesia.
Kemampuannya membaca permainan, menjaga penguasaan bola, hingga mendistribusikan umpan menjadi salah satu kekuatan utama yang dimiliki Skuad Garuda.
Selain itu, kehadiran pemain-pemain muda berbakat membuat Indonesia memiliki keseimbangan antara pengalaman dan energi baru.
John Herdman kini memiliki banyak pilihan untuk membangun tim yang kompetitif, baik dari lini belakang, tengah, maupun depan.
Selama pemusatan latihan berlangsung, tim pelatih terus mematangkan berbagai aspek permainan, mulai dari organisasi pertahanan, variasi serangan, hingga penyelesaian akhir.
Harapannya, Indonesia mampu tampil lebih konsisten sepanjang turnamen dan tidak lagi kehilangan momentum pada fase-fase krusial seperti yang beberapa kali terjadi pada edisi sebelumnya.
Bagi Thom Haye, seluruh persiapan tersebut harus dibuktikan di lapangan.
Optimisme memang mulai tumbuh di dalam skuad, tetapi ia mengingatkan bahwa setiap pertandingan harus dijalani dengan fokus penuh.
Target besar menjadi juara hanya dapat diraih apabila seluruh pemain mampu mempertahankan disiplin dan kerja keras sejak pertandingan pertama.
Dengan kualitas fasilitas latihan yang memadai, persiapan yang semakin matang, serta pengalaman menghadapi persaingan level Asia, Timnas Indonesia kini memiliki modal kuat untuk menatap Piala AFF 2026.
Di bawah komando John Herdman dan dipimpin Thom Haye di lini tengah, Skuad Garuda berharap mampu mengakhiri penantian panjang dengan mengangkat trofi juara ASEAN Championship untuk pertama kalinya dalam sejarah sepak bola Indonesia.






Komentar (0)